<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128558">
 <titleInfo>
  <title>UJI  PEREFORMANSI CABINET DRYER DENGAN MENGGUNAKAN SUMBER BAHAN BAKAR KOMPOR GAS UNTUK  PENGERINGAN CABAI (CAPSICUM ANNUM L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yulita Fairina Susanty</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai  besar  (Capsicum annum L.)   merupakan  salah  satu  komoditas  sayuran  penting.   Buahnya  dikenal   sebagai  bahan  penyedap  dan  pelengkap  berbagai menu masakan khas Indonesia Karenanya, hampir setiap hari produk ini  di butuhkan. Kebutuhan komoditas ini semakin meningkat sejalan dengan  makin bervariasinya jenis dan menu makanan  yang memanfaatkan produk ini.  Pengeringan  cabai  merah  dilakukan sebagai  alternatif  untuk   menanggulangi  produksi   cabai   yang   berlebihan,   terutama   pada   saat   penen   raya.   Dengan  pengeringan, cabai  merah dapat disimpan lebih lama sehingga penjualannya dapat  disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Selain dijual   dalam bentuk kering, cabai ini  jugr dapat diolah menjadi uyang banyak digunakan dalam masakan instan.&#13;
               Ada  tiga  metode  pengeringan  cabai  yaitu  pengeringan  menggunakan  matahari  (alami), pengeringan mekanis (Buatan)    dan   pengeringan kombinasi  keduanya.   Pengeringan   alami   membutuhkan   waktu yang   lama   dan   sangat tergantungan dengan cuaca, sehingga alternafif untuk pengeringan cabai dilakukan  dengan pengeringan mekanis (buatan), salah satunya adalah dengan menggunakan  alat pengering tipe kabinet. &#13;
               Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kineria alat pengering tipe  kabinet untuk pengeringan cabai,  seperti temperatur, kelembaban relatif (RH),  penurunan  berat  kadar  air  terhadap  lama waktu pengeringan,  dan  kapasitas  pengeringan  serta  sebagai  pembandingnya  adalah  dilakukan juga  pengeringan  dengan menggunakan matahari. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Teknik Pasca Panen, Fakultas Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian pada bulan Mei 2010.  Penelitian  ini  diharapkan  dapat  bermanfaat  dalam  proses  penyempurnaan  alat  pengering cabai  dengan menggunakan  sumber bahan bakar kompor gas dan dapat  membantu  petani  dalam  menangani  pasca   panen  cabai  salah  satunya  adalah  pengeringan.&#13;
               Pada penelitian ini, pengukuran kadar air dilakukan selang waktu 30 menit  pertama  selama  4 jam  pengeringan  selanjutnya  dilakukan  pengukuran  secara kontinyue   dengan   selang   waktu   1   jam   pengeringan   sampai   akhir   proses  pengeringan.  Sedangkan  untuk  pengukuran  temperatur  dilakukan  pengukuran  selang waktu  I jam    pengeringan dengan meletakkan termometer pada titik-titik  pengukuran   yang   telah   ditentukan.   Berdasarkan hasil    penelitian   diperoleh,  penurunan  berat  kadar  air bahan  dengan  menggunakan  alat pengering  cabinet dryer pada rak   1  sebesar 5,80% bb/jam, rak 3 sebesar 5,66% bb/jam dan rak 4 sebesar 4,75% bb/jam  dan  rak  6  sebesar 6,55%  bb/jam  selama dua hal  dan selama 13 jam pengeringm Kapasitas alat pengering tipe kabinet ini adalah 0,31  kg/jam selama 13  jam pengeringan dengan rota-rata temperatur tertinggi sebesar 63°C.   Sedangkan   penurunan   berat   kadar   air    bahan   dengan   menggunakan  pengeringan  matahari  pada  rak  1  sebesar  6,5%  bb/jam,  rak  2  sebesar  6,38% bb/jam,  rak  3  sebesar  621 %  bb/jam  dan  rak  4  sebesar  5,87%  bb/jam.  pada  pengeringan matahari  diperoleh rata- rata  temperatur lingkungan untuk keempat  rak  pengering  adalah  sama  yaitu  sebesar  38°C  dan  distribusi  rata-rata   RH lingkungan dari keseluruhan hari pengeringan (hari ke-1 sampai hari ke-8) untuk  ke4 rak adalah sama yaitu sebesar  7520 °C.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128558</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-24 11:21:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-24 11:21:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>