<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128554">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS VARIASI UKURAN BAHAN DAN WAKTU PENGERINGAN  BEKU TERHAD KARAKTERISASL SELEDRI KERING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Murtiara Dewi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Seledri termasuk tanaman komoditas hortikultura yang mengandung banyak zat  aromatik  dan  tergolong  mudah  nisak  karena  proses  fisiologis,  lingkungan  fisik  dan  mikrobiologis. Mengingat tanaman seledri merupakan tanaman yang sangat mudah rusak  oleh berbagai hal seperti pelayuan batang, warna daun menguning yang teriadi dengan  sangat cepat dan pembusukan selana pengangkutan jarak jauh tanpa sistem pendingin  maka  untuk   mengurangi  jumlah  yang  rusak  serta  dapat  memperluas  pemasaran  dan  diversifikasi  perlu  dilakukan  pengawetan   atau  pengolahan.   Salah   satu  pengawetan  sayuran  yang  umum  dilakukan  adalah  dengan  cara  pengeringan   menggunakan  alat  pengeringan beku (freeze dryer).&#13;
               Penelitian  ini  bertuijuan  untuk  mengetahui  pengaruh  variasi  ukuran  bahan   waktu  pengeringan  terhadap  karakterisasi  seledri  kering  yang  disenangi  konsumen.  Analisis sifat fisik dan sifat kimia seledri kering meliputi kadar air, kandungan vitamin C,  kandungan    protein,    rasio    pengembangan    dan    uji    organoleptik.    Penelitian    ini&#13;
menggunakan Rancangan Acak  Lengkap (RAL) faktorial dengan tiga faktor yang diuji  yaitu variasi ukuran bahan terdiri dari 3 taraf yaltu : 1 cm, 2 cm dan 3 cm. Variasi  waktu   pengeringan terdiri dari tiga taraf yaitu :  15 jam, 20 jam, dan 25  jam, Dengan demikian  terdapat  9  kombinasi  perlakuan dan  3  kali  perulangan  sehingga diperoleh  27  satuan  percebaan.&#13;
               Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama pengeringan beku seledri kering perlakuan  terbaik  yang   mampu  menghambat  laju  kehilangan  kandungan  vitamin  C  terdapat pada waktu  15 jam untuk semua variasi ukuran bahan, tetapi pada protein dan  nilai  rasio  pengembangan terdapat pada pengakuan veriasi  waktu  pengeringan  25 jam  untuk semua variasi ukuran bahan.  Dengan nilai  terbaik dari vitamin C  adalah  143.43  mg/100g  bahan,  protein   8,79%  dan rasio  pengembangan  100%.  Sedangkan  untuk uji  kadar  air  nilai  terbalk  yang  mampu  menekan  kadar   pada  bahan  terdapat  pada  perlakuan veriasi ukuran  1  cm dengan waktu pengeringan 25 jam sebesar 6.83%.  Dari  hasil uji organoleptik dengan menggunakan skala hideonik pada semua perlakuan yang  umumnya disenangi oleh  panulis terdapat perlakuan variasi waktu 25 jam dengan ukuran  bahan  I  cm.  yaitu untuk warna dengan nilai  2,  85,   aroma dengan nilai  2,  75, tekstur  dengan nilai 4, 28,  dan untuk penampakan keseluruhan dengan nilai 3, 11. &#13;
              Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa variasi kedua perlakunn berpengaruh  sangat nyata terhadap kndar air, vitamin C  dan  protein seledri kering, tetapi interaksi  antara kedua perlakuan tidak berpengaruh nyata.  Untuk uji rasio pengembangan  kedua perlakuan maupun interaksi kedua  perlakuan juga tidak berpengaruh nyata Untuk  hasil  uji   lanjut  Duncan  5 %  pengaruh  waktu  pengeringan  terhadap  kadar  air  seledri  kering,  vitamin  C  dan  protein  seledri   kering  berbeda  nyata,  tctapi  pengaruh  wangi  pengeringan terhadap rasio pengembangan seledri kering tidak  nyata.  pengaruh ukuran bahan terhadap kadar air vitamin C dan protein seledri kering berbeda  nyata, tetapi tidek berbeda  nyata untuk rasio pengembangan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128554</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-24 09:14:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-24 09:14:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>