<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128545">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI CLOSTRIDIUM PERFRINGENS PADA HATI SAPI YANG TERINFESTASI FASCIOLA GIGANTICA MENGGUNAKAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIFKY RAMADHAN NOVIANDRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fasciolosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infestasi cacing Fasciola hepatica dan Fasciola gigantica. Cacing Fasciola menjadikan ternak ruminansia sebagai host definif serta hidup hingga dewasa di hati dan kantung empedu ternak. Hati yang terinfestasi oleh cacing F. gigantica akan mengalami nekrosis serta kematian parenkim hati yang memfasilitasi transmisi dan menjadi media anaerobik dari bakteri flora normal perncernaan ruminansia, khususnya Clostridium perfringens untuk melakukan infeksi clostridial sistemik. Hati sapi yang telah terinfestasi cacing F. gigantica dan ditemukan infeksi sekunder C. perfringens bisa menjadi salah satu penyebab foodborne disease terhadap pengkonsumsi hati sapi tersebut. Pada penelitian ini, dilakukan deteksi terhadap keberadaan bakteri C. perfringens pada hati sapi yang terinfestasi cacing F. gigantica menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Dalam pengujian PCR, dilakukan ekstraksi terlebih dahulu yang kemudian dilanjutkan dengan amplifikasi menggunakan primer universal 16S rRNA dan primer spesifik Aflatoxin (cpα). Hasil deteksi dari keenam hati sapi yang dilakukan, berdasarkan analisis gen 16S rRNA didapatkan hasil yang positif terdapat bakteri pada hati sapi yang terinfestasi cacing F. gigantica yang ditunjukkan adanya pita di ukuran ~1500 pasang basa pada sampel BA3 dan AB2. Akan tetapi, pada pengujian menggunakan primer spesifik Clostridium perfringens Aflatoxin (cpa), tidak didapatkan adanya pita DNA pada ukuran target 324 pasang basa, yang berarti tidak terdapat adanya bakteri C. perfringens pada sampel hati yang diuji. Di sisi yang lain, sampel hati sapi aceh yang sehat sebagai kontrol negatif, juga menunjukkan hasil negatif, yang ditandai dengan tidak adanya pita DNA hasil amplifikasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa, dari semua sampel yang digunakan dalam penelitian ini, terdeteksi adanya bakteri lain pada dua sampel hati, namun tidak terdeteksi bakteri C. perfringens pada hati sapi aceh yang terinfestasi F. gigantica.&#13;
&#13;
Kata kunci: Fasciola, Clostridium perfringens, PCR, gen 16S rRNA, spesifik cpα</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CATTLE - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIGESTIVE SYSTEM DISEASES - VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>636.089 63</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128545</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-23 18:01:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 14:46:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>