<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128540">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN PERAN KELUARGA DENGEN ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB NEGERI  LABUI BANDA ACEH TAHUN 2011</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elisa Noviyanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Anak retardasi mental merupakan individu yang mengalami hambatan keterampilan  atau  kecakapan  selama  masa  perkembangan  sehingga  berpengaruh  pada  semuna  tingkat  intelegensia,  yaitu  kemampuan  kognitif.  bahasa,  motorik  dan  sosial.  0leh  sebab itu peran keluarga khususnya ibu sebagai anggota keluarga sangat diperlukan bagi anak retardasi mental. Tujuan penelitian ini adalah uutuk mengetahui gambaran  perlu  keluarga  dengan  anak  retardasi   mental  di  SDLB  Negeri  Labui  Banda Aceh  Tahun 2011  yang meliputi peran formal dan informal. Desain yang  &#13;
 digunakan dalam  penelitian  ini  adalah  deskriptif eksploratif dan  cara  pengambilan  sampel  adalah probability Campling dengan Sampling jenuh. Penelitian dilakukan pada tanggal  8-10  September  2011  terhadap  55  responden  ibu  sebagai  anggota  keluarga  dengan  anak  retardasi  mental,  pengumpulan  data  mengunakan  kuesioner  yang  disusun  dalam bentuk skala Likert.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran fomal 58,2%  seita informal 56,4% berada pada kategori kurang dan secara umum peran kelunrga juga beradr pada kategori kurang yaitu 54,5%. Hal ini  &#13;
 menunjukan kelunga masih perlu  meningkatkan  peranya  agar  lebih  optimal.  Penulis  menyarankan  kepada&#13;
keluarga dengan anak retardasi mental agar lebih memberikan dukungan yang baik  serta  meningkatkan  perannya  sesuai  dengan  pecan  formal  dan  informal  kepada  anggota keluarganya yang mengalami retardasi mental dalam membantu memenuhi  kebutuhan anak retardasi.&#13;
&#13;
Kata kunci : Peran Keluarga, Anak Retardasi Mental</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128540</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-23 16:15:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-23 16:15:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>