<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128534">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS WAKTU DAN PENILAIAN KELAYAKAN PADA PELAKSANAAN PROYEK OPTIMASI FASILITAS PRODUKSI MINYAK DAN GAS DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI CRITICAL PATH METHOD (CPM) DAN METODE VALUASI EKONOMI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pondra Pradypta</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S2)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lapangan Arun memiki cadangan 13 TCF yang merupakan cadangan gas bumi terbesar ke 3 di dunia pada saat ditemukan. Lapangan Arun merupakan bagian dari Wilayah Kerja B yang berlokasi di Aceh dan sudah berproduksi sejak tahun 1977. Fasiltas produksi yang dioperasikan saat ini merupakan fasilitas tua yang sudah sangat menurun realibilitasnya. Akibatnya dipandang sangat perlu untuk dilakukan peremajaan fasilitas sebagai investasi untuk mengoptimasi dan memperpanjang masa produksi. Pada fase FEED (Front End Engineering Design) proyek optimasi ini ditemukan data subsurface dari hasil studi terbaru. Data subsurface tersebut menunjukkan proyeksi produksi akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan yang mengakibatkan proses FEED ditunda hingga proses studi selesai. Penundaan ini akan berdampak pada mundurnya penyelesaian proyek. Akibat penundaan ini maka waktu pelaksanaan dan valuasi ekonomi proyek harus dievaluasi kembali untuk menghindari kerugian investasi. Waktu pelaksanaan dievaluasi melalui Critical Path Method (CPM). Dari hasil evaluasi waktu diperoleh durasi pelaksanaan proyek yang lebih singkat yaitu 319 hari. Dari hasil perhitungan valuasi ekonomi diperoleh IRR 13,3% (lebih besar dari 10%) yang menunjukkan cashflow akan positif, NPV menunjukan angka positif dan payback period dapat diperoleh dalam masa 3 tahun dan 6 bulan. Hasil ini menunjukkan gambaran positif terhadap investasi untuk fasilitas produksi baru yang diperkirakan akan onstream pada tahun 2026.&#13;
&#13;
Kata kunci:	Fasilitas Produksi, Gas Bumi, Optimisasi, Penjadwalan, Valuasi Ekonomi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128534</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-23 15:52:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-23 15:56:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>