ANALLSLS KEBUTUHAN AIR PADI ORGANIK METODE SRI DAN KONVENSIONAL - STUDI KASUS DI DESA TUNONG KRUENG KALA KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALLSLS KEBUTUHAN AIR PADI ORGANIK METODE SRI DAN KONVENSIONAL - STUDI KASUS DI DESA TUNONG KRUENG KALA KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Zulfikri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0505106010056

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bagi Indonesia beras merupakan komoditi yang strategis yang menyangkut stabilitas nasional, dikarenakan ini pemerintah mendukung segala usalta yang dilakukan masyarakat ataupun lembaga tertentu untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air tanaman pada lahan sawah onganik dengan metode SRI dan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan metode percobaan petakan lapangan. Data primer berupa data evaporasi, perkolasi, evapotranspirasi dan curah hujan harian Penelitian dilakukan selama bulan November 2010 sampai dengan bulan Januari 2011. Untuk menghitung evaporasi, perkolasi dan evapotranspirasi menggunakan dan lysineter. Pengukuran data curah hujan harian menggunakan alat penakar curah hujan manual.
Hasil perhitungan menunjukkan nilai evaporasi rata-rata pada lahan sawah metode SRI sebesar I,53 mm/hr dan rota-rota eveporasi pada lahan metode konvensional sebesar 1.61 mm/hr. Laju perkolasi yang terjadi pada lahan metode SRl rata-rata sebesar 3,79 mm/hr dan laju perkolasi pada metode konvensional adalah rata-rata sebesar 3,04 mm/hr. Evapotronspirasi rata-rata pada lahan SRI lebih rendah dibandingkan dengan Evapotranspirasi pada lahan konvensional. ET SRI yaitu 6,08 mm/hr, sedangkan metode penanaman konvensional yaitu 7,01 mm/hr. Rata-rata kebutuhan air di lahan sawah metode SRI yaitu 3.84 mm/hr atau setara 0,45 I/dtk/ha, sedangkan metode penanaman konvensional 6,65 mm/hr atau setara 0,77 I/dtk/ha.
Hasil panen lahan padi organik metode penanaman SRI adalah sebesar 75 kg untuk luas (6,944 ton/ha) lebih banyak dibandingkan dengan metode penanaman konvensional yang hanya mendapatkan 62 kg untuk luas lahan 1 50 m2 (4,133 ton/ha).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK