<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128469">
 <titleInfo>
  <title>DESAIN DAN UJI PERFORMANSI SENSOR IRIGASI  SPRINKLER BERBASIS IC 741 PADA BUDIDAYA TANAMAN KOL BUNGA (BRASSICA OLERACEA VAR. BOTRITYS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suandika Saputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kubis bunga/kol  bunga sampai  saat ini  masih termasuk  sayuran mewah  (elit) harganya cukup mahal dan konsumennya sebahagian besar adalah penduduk  di kota-kota besar.  Bagi masyarahat biasa sayuran ini dikonsumsi hanya sebagai  pelengkap  sayuran  saja.   Perkembangan  budidaya  kol  bunga  inj  menjanjikan  prospek yang lebih cerah antara lain dapat menunjang perbaikan gizi masyarakat.  meningkatkan  pendapatan  petani.  mengurang   inpor   meningkatkan  ekspor  non    migas,    memperluas    kesempatan    kerja,    mengembangkan    agribishis,  melestarikan  dan meningkatkan kualitas lingkungan. Meskipun demikian fakta di  lapangan menunjukkan bahwa pengembangan komoditas ini masih sangat terbatas.  Tanaman ini tumbuh pada suhu 15.5 - 18 oC dan maksimum 24 oC,  kelembaban    optimum 80-90%.  Dengan diciptakannya kultivar baru yang lebih  tahan  terhadap  temperatur  tinggi,  budidaya  tanaman   kol  bunga  juga  dapat  dilakukan  di  dataran  rendah  (0-200  m  dpl)  dan  menengah  (200-700  m  dpl).  Tanaman  &#13;
 memerlukan air yang cukup  banyak dalam pertumbuhannya  sehingga  memerlukan   suatu   alat   sensor   kelembaban   tanah   guna   memberikan   suatu pengatunn  irigasi  yang  kontinyu  yang  dapat  menjaga  kestabilan  kelembaban&#13;
tanah untuk  memenuhi  kebutuhan air yang tepat,  Sensor kelembaban tanah  ini  dioperasikan  untuk   menswitch pengontrol  pemberian  air irigasi ( kebutuhan  air  tanaman) secara otomatis.&#13;
               Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mendesain,  membuat  serta  menguji  performansi   sensor  irigasi   sprinkler   IC 741.   serta  untuk   menbuat  pengontrol penyiram tanaman secara otomatis.  &#13;
               Partikel penyusun tanah dilokasi penelitian terdiri dari 75% pasir, 21%  debu serta 4 % liat tergolong ke dalam tekstur pasir berlembung, kadar air pada kapasitas lapang sebesar 14,1 % pada pF 2,54,  pada titik layu permanen yaitu sebesar 9,5% pada pF 4,2.  Dengan nilai porositas tanah sebesar 42% permeabilitas tanah tanah  8,8  cm/jam,  berat  volume  tanah  sebesar  I,5  g/cm3  dan  ndlal  berat jenis  partikel tanahnya sebesar 2,6 gr/cm3. &#13;
               Alat  sensor  lrigasi  sprinkler ini atau   sering disebut dengan  alat sensor  kelembaban tanah ini dirancang khusus untuk dapat menjaga kelembaban tanah.   Sebelumnya  dilakukan  beberapa  pengujian  kaljbrasi  diantaranya  penempatan  adjusment zero pada alat,  kalibrasi keluaran alat terhadap harga kadar air tanah,  serta  respon  alat   terhadap  pengaruh jarak  elektroda.Apabila  sensor  mendeteksi  adanya  thgkat  kelembaban  tanah  yang  dianggap  rendah/kchng,  maka  dengrn  seketika sensor ini akan memberikan umpan batik/berintah dengan bantuan rela dengan  kapasitas kontak NC maupun NA nya adalah 5 ampere untuk tegangan 12  volt  DC.  Serta  10 ampere 220  volt AC.   Sehingga pengontrol ini  langsung dapat  dibebahi  untuk  motor  I  Phase.  Sistem  ini juga dilengkapi  dengan  lampu-lampu indikator berupa led-led berwarna kuning dan merah, dimana led kuning berfungsi  untuk  mendeteksi  tanah  basah,  serta   Led  merah  mendeteksi  tanah kering dengan  besarnya  tegangan  set  (harga  seting)  ditentukan  oleh  VR2   sedangkan   keduna elektrodanya  berlaku  sebagai  sensor dengan pembatasan  besarnya  arus  oleh  R1 dan VR1 sehingga tidak akan  0,12 mA IC 741 merupakan Op-Amp yang  dioperasikan  dalam  mode  pembanding,untuk tegangan  keria 15  volt  adalah sebesar 25 mA Sedangkan kumparan relay memjliki impedansi sebesar 1610 hm. Untuk itu transistor BD140 sangat berguna  untuk memperkuat arus keluaran OpAmp sehingga mencegah pembebanan lct)  m.  Penurunan tegangan AC dilakukan dengan menggunakan'sebuah trafo step down yang mempunyai beberapa macam  tegangan pada  hatlan skundernya,   satu tegangan  sklmdemya yaitu antara  CT dan  12  volt disearahkan dengan dua buah dioda dan disaring oleh Ci  untuk kemudian  diregulasi  secara  tetap.   Keluaran  tegangan  regulasi  ini  ditetapkan  sebesar 12 volt dengan IC 7812.&#13;
               Evapotruspirasi  acuan dihitung dengan menggunakan metode Penman  dengan  nilai  tertinggl  pada  bulan  mei  4,13  mm/hari  serta  yang  terendah  pada  bulan  oktober  sebesar  3,18  mm/hari,  curah  hujan  efektif berkisar  antara  0,4  sampai dengan 3,8  mm/hari,  dengan curah hujan maksinum terjadi pada bulan  november sebesar 3,8 mm/hari dan mininum terjadi pada bulan jut sebesar 0,4  mm/hari.&#13;
               Kebutuhan air tanaman (ETc) maksinum terjadi pada pertengahan bulan  kedua yaitu  pada  bulan mei  sebesar  3,92  mm/hari  dan nilai  ETc  mininumnya  terjadi  awal  masa  tanam   sekitar   I,56  mm/hari.   Untuk  kebutuhan  bersih   air  tanaman (NFR) acuan maksimumnya tedadi pada althir musin panen sebesar 029  Vd/ha dan NFR aouan mininumnya  terjadi pada awal musim sebesar 0,05 I/d/ha. kebutuhan bersin tanaman (NFR aktual) sebesar 0,15 I/dt/ha pada musin  tanam ke  3 dan 023 I/dt/ha pada musin tanan ke 5. Hasil produksi sebesar 21,96 kg/30 m2  atau sebesar 2,14 ton/ha. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128469</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-22 16:44:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-22 16:44:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>