ANALISIS HUBUNGAN DEBIT DAN KEHILANGAN AIR DALAM SALURAN IRIGASI (STUDI KASUS SALURAN SEKUNDER DI. KRUENG JREUE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS HUBUNGAN DEBIT DAN KEHILANGAN AIR DALAM SALURAN IRIGASI (STUDI KASUS SALURAN SEKUNDER DI. KRUENG JREUE)


Pengarang

Agustina Wati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0405106010041

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Kehilangan air dalam saluran terbuka didefinisikan sebagai berkurangnya debit yang disalurkan ke suatu areal yang diairi akibat evaporasi (evaporation), rembesan (seepage), dan kebocoran (leakage). Selain dalam sistem saluran, kehilangan air juga dapat terjadi dalam petak-petak tersier akibat perkolasi, rembesan, kebocoran, atau limpasan melalui tanggul petak lahan. Kehilangan air mengakibatkan efisiensi pemanfaat air menjadi rendah dan pada musim kemarau dapat mengakibat kebutuhan air yang direncanakan tidak terpenuhi. Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk mengetahui kehilangan air dalam saluran irigasi, menjelaskan hubungan debit antara debit dan kehilangan air dalam saluran dan mengetahui kinerja pemeliharaan jaringan irigasi. Penelitian ini dilaksanakan pada awal bulan Februari s.d. Mare t 2009 dengan mengunakan metode survey di D.I. Krueng Jreue Kabupa en Aceh Besar yang merupakan irigasi teknis dengan luas netto 2440 ha dimana sumber air diperoleh dari suplesi sungai Lamkareng dengan panjang saluran Primer 14,40 km dan panjang saluran sekunder I 5,20 km. Pengambilan sampel dilakukan pada saluran sekunder Meunara ( SS I, SS2, SS3) yang terletak di Desa Reukib Kupula, Desa LamIii Mesjid, Desa LamIli teugoh, Desa Ganto, dan Desa Meunara. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu data primer yaitu pengukuran : (I) Geometri : (2) Kecepatan dan kedalaman aliran, pemotretan, meliputi data kondisi fisik saluran. Wawancara langsung dengan petani dan pet gas yang terkait, meliputi kebutuhan irigasi, pemeliharaan jaringan irigasi dan permasalahan dalam irigasi, dan data sekunder (Peta Jaringan lrigas i , Curah Hujan , Koefisien kekasaran manning). Teknik analisa data dengan menganalisa indikator koefisien rembesan, kehilangan air perm eter saluran, dan total kehilangan air. Hasil penelitian menunjukan bahwa total kehilangan air terbesar di Krueng Jreue saluran sekunder ( SS3) terjadi pada perlakuan kedalaman hari ke -2 dengan total kehilangan air yaitu 0,62 (m'/det/m dengan panjang salurannya 738, 82 meter jadi semakin panjang saluran maka total kehilangan air selama penyaluran semakin rendah kinerja pemeliharaan saluran se kunder ( SS I , SS2, S S3) diKrueng Jreue masih rendah dengan rata-rata perhitungan Indikator Koefisien Rembesan( IKR) lebih besar dari satu yaitu pada saluran sekun der (SSI) IKR = 3,4>1, pada (SS2) IKR = 13,8>1 dan pada (SS3) IKR = 23, 27> D),Untuk itu perlu diperbaiki melalui pe ningk atan partisipa petani dan ditanamkan rasa memiliki pada diri masyarakat pengunaan irigasi sehingga bertanggung jawab dan ikut serta berperan serta dalam mejaga kelestarian saluran irigasi dan mengunakannya dengan yang baik agar tujuan pembangunan irigasi dapat tercapai seperti yang di inginkan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK