<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128462">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN SISTEM PENGGERAK PERAHU NELAYAN BERBASIS MEKANIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ghufron Arliadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia dinobatkan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sehingga memiliki kekayaan alam yang berlimpah disektor perikanan. Nelayan tradisional menggunakan perahu sebagai transportasi penunjang dalam mencari ikan. Namun, model sistem penggerak perahu konvensional sering menggunakan mesin tempel tipe MOB-850 G atau menggunakan dayung. Perahu nelayan yang terpasang mesin tersebut membuat ekosistem alam tidak stabil, sehingga mudah berdampak pada lingkungan. Sementara penggerak perahu konvensional menggunakan dayung yang sangat menguras banyak tenaga, akan tetapi penggunaan dayung tidak menimbulkan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem penggerak perahu berbasis mekanik, yang tidak mengeluarkan emisi gas dan lebih ramah lingkungan. Sistem ini terdiri dari tiga bagian utama: sistem input, sistem transmisi, dan sistem output. Sistem input menggunakan pedal yang harus dikayuh seperti mengendarai sepeda untuk menghasilkan putaran. Sistem transmisi berfungsi untuk meningkatkan putaran yang dihasilkan oleh pedal, yang kemudian diteruskan ke sistem output untuk menggerakkan baling-baling. Metode penelitian meliputi perhitungan hambatan total perahu, menghitung gaya dorong baling-baling, pemodelan desain alat penggerak, perhitungan transmisi roda gigi, dan hubungan peningkatan putaran baling-baling dan kecepatan perahu. Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya dorong baling-baling mampu melawan hambatan total perahu. Kecepatan perahu dengan putaran baling-baling 30 rpm adalah 0,32 km/jam dengan nilai hambatan total perahu 5,18 kN dan gaya dorong baling-baling 5,53 kN. Pada 90 rpm, kecepatan perahu sebesar 8,36 km/jam dengan hambatan total perahu 22,25 kN dan gaya dorong baling-baling 49,76 kN. Pada 270 rpm, kecepatan perahu sebesar 28,5 km/jam dengan hambatan total perahu 165,8 kN dan gaya dorong baling-baling 447,8 kN. Gaya dorong baling-baling selalu lebih besar dari hambatan total perahu dan nilainya berubah sesuai akselerasi transmisi manual.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128462</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-22 16:12:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-22 17:33:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>