<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128456">
 <titleInfo>
  <title>MODEL WAKTU ALIRAN AIR DARI TANGKI PADA SISTEM IRIGASI TETES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sudirman Sirait</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah  satu  unsur  penting  dalam  kegiatan  budidaya  tanaman  pertanian  terutama tanaman  semusim  adalah  aspek    ingasi.    Irigasi    secara    umum didefmisikan sebagai pemberian air kedalam tanah untuk pertumbuhan tanaman.&#13;
Sistem irigasi tetes adalah cara pemberian air pada tanaman secara langsung. baik  pada   pemukaan   tanah   maupun   di   dalam   tanah   melalui   tetesan   secara  berkesinambungan  dan  perlahan  pada  tanah  di  dekat  tumbuhan.  Pada   irigasi tetes tanaman mendapatkan air yang berasal dari resenior (tangki) yang  dihubungkan oleh suatu pipa utama  (manifold)  yang mendistribusikan air ke pipa-pipa  lateral hingga sampai  ke tanaman. Jumlah air yang diberikan harus  sesuai dengan kebutuhan air yang dibutuhken oleh suatu jenis tanaman,  agar tanaman  tersebut  tidak  mengalami   &#13;
 kelebihan  ataupun  kekurangan  air.  0leh  karena  itu  sangat perlu sekali untuk mengetahui berapa jumlah debit air yang mengalir dari  reservoir (tangki) tersebut per satuan waktu dan lamanya waktu yang diperlukan  untuk mengalirkan air dari tangki.&#13;
               Untuk memudahkan dalam mengetahui permasalalan tersebut, diperlukan  suatu model wahai yang diperlukan untuk mengalirkan air dari reservoir (tangki)  pada sistem irigasi tetes sehingga didapatkan hasil   perhitungan yang cepat dan  akurat  (benar).  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menentukan  model  waktu  yang  diperlukan untuk mengalirkan air  dari suatu reservoir (tangki)  air ke suatu sistem irigasi tetes.&#13;
               Penelitian ini dilaksanakan di lraboratorium Teknik Konservasi Tanah dan  Air Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas  Syiah Kuala yang  berlangsung selama enam bulan, mulai dari bulan Juni hingga bulan Desember&#13;
tahun 2008. Untuk mendapatkan data yang aken divalidasi terhadap data observasi  maea dilakukan penelitian terhadap sistem irigasi tetes dimana dirancang sistem  irigasi tetes gravitasi dengan tempat duduka tangki 2 m dari permukaan tanah, 1 buah tangki (30 cm) dengan tinggi 50 cm, 1 pipa manifold (PVC 1/2 inch) dengan panjang 423,5 in, 4 pipa lateral (1 mm)  dengan panjang 423,5 m, 4 pipa lateral (1 mm) dengan panjang 0,3 m, 3 buah elbow 90°, I buah keran Bar/ Valves (( 1/2  inch),  1 buah penutup pipa (1/2 inch)   dan 4  buah tempat tampungan (ember) yang dihubungkan dengan  selang tetes.   Data-data yang diukur di Laboratorium Teknik Tanah dan Air berupa data  Head loss, luas penampang tangki adalah  0,07065 m2 dengan diameter 0,30 m dan  tinggi   tangki   0,5 m,  besarnya debit yang  dihasilkan  pada  masing-masing tampungan. tinggi elevasi permukaan air divariasikan yaitu 2,31  in.  2,28 m, dan  2,245 m.   Pada pipa manifold terdapat 4  pipa lateral dengan diameter yang sama (® = 1  mm dan panjang 0,3 in) dan padajarak masing-musing 2,685 m, 3,135 m  3,585 m dan 4,035 m.&#13;
               Dari hasil perbandingan antara data debit (Q) model terhadap data debit  (Q)  observasi  menunjukan  nilai  parameter korelasi  rota-rata 0,8348,  sedangkan hasil perhandingan antara waktu (t)  observasi  dengan waktu (I) model terdapat  korelasi yang sangat tinggi yaitu 0,96. Semakin tinggi elevasi muka air maka akan  semakin  besar  kecepatan  dan  debit  yang  dihasilkan  oleh  suatu  aliran  yang  menunjukan  bahwa  hubungan  antara tinggi  elevasi  muka  air  berbanding  lurus dengan keoepatan dan debit aliran. Semakin panjang jarak pipa (titik percabangan) yang dialiri  oleh   suatu  aliran  maka akan  semakin  kecil  pipa debit aliran  yang  dihasilkan, Hal ini disebabkan oleh besarnya perbedaan  nilai Head Loss (head loss  mayor dan minor) dan perbedaan jarak letak titik-titik percabangan tersebut.&#13;
               Hubungan   antara   debit  aliran   dengan   waktu  yang  diperlukan   untuk  mengalirkan air dari tangki adalah berbanding terbalik yaitu semakin besar debit  aliran maka akan semakin kecil waktu yang diperlukan untuk mengalirkan air dari  tangki  tersebut.  Model  hasil  penelitian  yang  merupakan  model  waktu  untuk  menghitung lamanya waktu yang diperlukan  untuk mengalikan air pada tangki   adalah : t = 306,2   -   432,9J*.&#13;
               Dari  perbandingan  Rerata  (Mean  Comparison)  didapatkan  persen  error  untuk model penghitungan besarnya  waktu yang diperlukan untuk mengalilkan air  dari  tangki  (t)  adalah  sebesar  2,06  %.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa   model  ini  dianggap valid karena nilai  persen Errornya lebih kecil dari 5 % yaitu 2,06 % dan sudah dapat diterima.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128456</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-22 15:52:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-22 15:52:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>