<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128444">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS HUBUNGAN DEBIT DAN KEHILANGAN AIR PADA SALURAN IRIGASI TEKNIS KEUMALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hermansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>HERMANSYAH 0405106010079. Analisis Hubungan Debit dan Kehilangan  Air  pada Saluran lrigasi Teknis Keumala. Di bawah Bimbingan Dr.Mustafril, ST, M.Si sebagai Pembimbing Utama dan Devianti, S.TP, MP sebagai Pembimbing  Anggota.&#13;
  RINGKASAN &#13;
 Kehilangan air dalam saluran terbuka didefinisikan sebagai berkurangnya debit yang disalurkan ke suatu areal yang diairi akibat evaporasi, rembesan dan kebocoran. Kehilangan air mengakibatkan efisiensi pemanfaatan air menjadi  rendah dan pada musim kemarau dapat mengakibatkan kebutuhan air yang di  rencanakan tidak terpenuhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  kehilangan air dalam saluran irigasi, menjelaskan hubungan debit antara debit dan  kehilangan air dalam saluran dan mengetahui kinerja pemeliharaan jaringan  irigasi.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Juni 2011,  dengan luas lahan 29,120 ha. Sumber air irigasi Keumala berasal dari Krueng  Keumala yang dibendung. Alat-alat yang digunakan adalah meter batang, alat tulis, meter gulung, kamera digital dan current meter. Teknik pengumpulan data  dilakukan dengan cara yaitu data primer melalui pengamatan pengukuran : (1) Geometri, (2) Kecepatan dan kedalaman aliran, pemotretan, meliputi data kondisi fisik saluran. Data sekunder meliputi curah hujan dan koefesien kekasaran  Manning. Teknik analisa data dengan menganalisa indikator koefisien rembesan kehilangan air per meter saluran dan total kehilangan air. Hasil penelitian menunjukan bahwa total kehilangan air terbesar di Daerah  lrigasi Keumala saluran sekunder terjadi pada pcrlakuan kedalaman hari ke-1  pada SSI sebesar (0,345 m'/det) dengan panjang saluran 959 meter jadi semakin pajang saluran maka total kehilangan air selama penyaluran semakin tinggi. Kinerja pemeliharaan saluran sekunder (SS I, S52, SS3) Daerah lrigasi Keumala masih rendah dengan rata-rata perhitungan Indikator Koefisien Rembesan (IKR) lebih besar dari satu yaitu pada saluran sekunder (SSI) IKR = 8,78 &gt; 1 pada (SS2) IKR =9,33&gt; 1 dan pada (SS3) IKR = 4,39 &gt; 1, untuk itu perlu diperbaiki melalui peningkatan partisipasi petani dan ditanamkan rasa memiliki pada diri masyarakat pengguna irigasi sehingga bertanggungiawab dan ikut serta berperan dalam menjaga kelestarian saluran irigasi dan mengunakannya dengan baik agar tujuan pembangunan irigasi dapat tercapai seperti yang diinginkan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>IRRIGATION - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>IRRIGATION CANALS - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>627.52</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128444</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-22 14:57:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-22 16:14:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>