<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128418">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI HEADLOSS DI SEPANJANG PIPA MANIFOLD DAN LATERAL PADA SISTEM  IRIGASI TETES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nofa Asyraf Terazono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nofa Asyraf  DISEPANJANG  Terzono, 0051611800. PIPA MANIFOLD DAN SIMULASI LATERAL  HEAD LOSS  PADA SISTEM IRIGASI TETES. Dibawah bimbingan Ichwana, ST, MP sebagai Pembimbing Utama dan Siti Mechram, S.TP. sebagai Pembimbing Anggota.  2007&#13;
  RINGKASAN &#13;
 Sistem irigasi tetes adalah cara pemberian air pada tanaman secara  langsung, baik pada permukaan tanah maupun di dalam tanah melalui tetesan  secara berkesinambungan dan perlahan pada tanah di dekat tumbuhan. Sistem  irigasi tetes memiliki komponen penting yaitu pipa manifold, pipa lateral, emiter  dan perlengkapan lainnya. Sistem irigasi tetes tak terlepas pada perencanaan  sistem irigasi yang baik. Dimana kehilangan tekanan (head Loss) pada sistem  irigasi dapat diminimalisir sekecil mungkin. Dalam hal ini head loss terbagi dua  yaitu head loss major dan head loss minor dimana head loss major diakibatkan  faktor gesekan, perpanjangan pipa, viskositas air dan debit aliran. Untuk head loss  minor disebabkan oleh perubahan diameter pada pipa, soch, tee maupun  sambungan yang lain. Agar perencanaan sistem irigasi yang baik diperlukan perhitungan yang  dan  panjang  waktu yang lama. Oleh sebab itu diperlukan simulasi yang dapat  head loss.  mempercepat proses perhitungan  Penelitian  ini  bertujuan  mcnsimulasikan head loss yang berupa kehilangan tekanan yang diakibatkan faktor gesekan pada dinding pipa, perbesaran  dan  pengecilan penampang,  pembelokan, sambungan, katup  dan  ini  penambahan emiter. Hasil simulasi  dituangkan dalam bahasa Microsoft Visual Basic 6.0 dengan hasil akhir berupa paket program yang sudah berbentuk application file ( .Exe). Untuk mendapatkan data yang  akan divalidasi terhadap data observasi  dilakukan penelitian terhadap sistem irigasi tetes dimana dirancang sistem irigasi  dengan l  pipa manifold dengan panjang IO  m, 3  pipa lateral dengan panjang 9m,  3 tee, 12 emiter dengan diameter 1 cm dan panjang emiter 20 cm  dan 32 soch. Selain itu variasi debit juga dilakukan untuk mendapatkan tekanan aliran pada pipa dimana debit aliran yang digunakan yaitu 1 m'/s, 1.5 m'/s, 2 m'/s dan 3 m'/s.  Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil perhitungan head loss pada sistem dengan debit I m'/s yaitu 1634.056 m fluida. Untuk debit aliran 1.5 m'/s didapat  head loss sebesar 3443.2382 m fluida. Untuk debit aliran 2 m'/s didapat nilai head  loss yaitu 578 I .3263 m fluida dan untuk debit aliran 3 diperoleh nilai head loss  sebesar 11703.4699 m fluida. Sedangkan dari basil simulasi diperoleh head loss pada sistem dengan debit aliran 1 m'/s yaitu 1726.5245 m fluida. Untuk debit aliran 1.5 m'/s diperoleh nilai head loss simulasi yaitu 3511.7853 m fluida. Untuk debit 2 m'/s diperoleh nilai head loss simulasi yaitu 5812.44867 dan head loss simulasi untuk debit 3 m'/s yaitu 11809.77 m fluida.  Dari hasil perbandingan antara proses perhitungan terhadap hasil simuJasi dengan variasi debit aliran pada sistem irigasi tetes menunjukkan nilai parameter korelasi rata-rata 0.9985 dan nilai parameter determinasi rata-rata 0.9994. Ini menunjukkan simulasi ini sangat baik dan dapat dipergunakan untuk sistem perencanaan fluida yang lain. Dan pengaruh debit aliran yaitu semakin besar debit yang mengalir maka nilai head loss yang diperoleh juga semakin  besar . &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128418</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-22 09:29:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-22 09:29:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>