<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128407">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN  KINERJA ALAT PENUKAR  PANAS (HEAT EXCHANGER) DENGAN BAHAN BAKAR BIOMASSA DAN MINYAK TANAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hendra Gusfiardi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>HENDRA GUSFIARDI. 0505106010022. Kajian Kinerja Penukar Panas (Heat Exchanger) Dengan Bahan Bakar Biomassa Dan Minyak Tanah. Di Bawah Bimbingan Hendri Syah, S.TP, M.Si Sebagai Pembimbing Utama dan Darwin,  S.TP. Sebagai Pembim bing Anggota.   RINGKASAN   Pengeringan bahan pertanian pada umumnya dilakukan dengan pengeringan  alami dan menggunakan alat pengering buatan. Pengeringan alami dilakukan dengan cara penjemuran, sangat tergantung pada sinar matahari sebagai sumber energi utama  untuk pengeringan. Sedangkan pengeringan buatan merupakan pengeringan dengan menggunakan udara pengering yang dipanaskan. Pada pengeringan alami kelemahan terjadi karena tidak stabilnya kondisi lingkungan atau panas matahari dan gangguan  cuaca lainnya seperti angin, hujan mendadak, debu dan kotoran. Pembakaran  biomassa sebagai sumber energi tambahan untuk proses pengeringan menimbulkan  kendala asap yang akan mempengaruhi kualitas produk yang dikeringkan. Untuk  mengatasi kendala tersebut digunakan komponen yang berfungsi untuk  mempertukarkan panas dari sumber energi ke ruang pengering melalui perambatan  panas pada bahan penukar panas yang disebut alat penukar panas. Dengan  menggunakan penukar panas, proses pembakaran dapat dilakukan di luar ruang  pengering. Panas dapat dihantarkan ke dalam ruang pengering melalui perantaraan suatu fluida yang dapat berupa gas maupun cairan sehingga terjadi pemanasan tidak  langsung.  dalam  Kendala  penggunaan penukar panas antara lain biaya pembuatan dan  biaya operasional yang tinggi. Tetapi keuntungan yang dapat diambil dari  penggunaan penukar panas yaitu dapat meningkatkan laju energi untuk pengeringan, dapat mengefektifkan pengendalian suhu dan  pada proses pengeringan. Dengan hal itu diharapkan proses pengeringan dapat dikontrol, lebih higienis serta  waktu  tidak terlalu tergantung dengan cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja alat penukar panas  (heat exchanger) dengan menggunakan bahan bakar biomassa, yaitu tempurung  kelapa, serbuk gergaji, dan bahan bakar minyak tanah. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian dan Laboratorium Teknik Pasca  Panen Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,  Darussalam, Banda Aceh pada bulan Oktober sampai November 2010.  Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu penukar panas, anemometer,  hibryd recorder, termokopel, stopwatch, timbangan analitik, timbangan (I0kg), dan  alat tulis. Bahan yang digunakan serbuk gergaji, tempurung kelapa dan minyak tanah. Hasil penelitian pada percobaan tempurung kelapa menunjukkan suhu  pembakaran pada pengujian 1 berkisar antara 134,5C - 449,3 C, dengan suhu rata - rata sebesar 287,9 C. dan pada pengujian 2 suhu pembakaran berkisar antara 119,2 C - 434,1 C, dengan suhu rata rata sebesar 240,2 C. Pada percobaan  serbuk gergaji menunjukkan suhu pembakaran pada pengujian I berkisar antara 145,6°C-- 297,9 •C, dengan suhu rata - rata sebesar 217,3 •C. dan pada pengujian 2  suhu pembakaran berkisar antara 164,6 °C - 394,7 C, dengan suhu rata - rata  sebesar 291,6 C. Sedangkan pada percobaan bahan bakar minyak tanah suhu  pembakaran pada pengujian I berkisar antara 178,3 °C - 531,3 °C, dengan suhu rata -rata sebesar  397.8 °C.  dan pada pengujian 2 suhu pembakaran berkisar antara  170,0C --531,3 •C, dengan suhu  rata rata  sebesar 424,5 C.  Konsumsi biomassa pada percobaan tempurung kelapa dalam pengujian l  sebesar 4,7 kg, dan pada pcngujian 2 sebesar 4,5 kg. dan pada percobaan biomassa  serbuk gergaji konsumsi biomassa pada pengujian I sebesar 8,943 kg, dan pengujian  2 sebesar 9,857 kg, sedangkan pada percobaan bahan bakar minyak tanah, dalam pengujian I sebesar 4,234 kg,dan pengujian 2 sebesar 4,278 kg. Energi listrik untuk menggerakkan blower selama 6 jam sebesar 10.844,93 kJ.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128407</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-21 16:52:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-21 16:53:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>