<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128388">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN TEKNOLOGI MIKROWAVE PADA KEDELAI (GLYCINE L.) SEBAGAI METODE ALTERNATIF PENGGANTI FUMIGASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Isna Safitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN  &#13;
&#13;
Indonesia setiap tahunnya mengimpor tidak kurang I,3 juta ton kedelai.  Dalam prosedur export import produk pertanian, phytosanitary merupakan  persyaratan utama untuk melindungi tanaman dalam negeri dari penyebaran hama  dan penyakit dari luar negeri maupun dari antar daerah. Pemakaian Fumigan konvensional seperti Methyl bromide (MBr) dan Phospine dalam fumigasi kedelai  berpote nsi merusak lapisan ozon penyebab perubahan iklim global disamping  berbahaya bagi lingkungan dan keschatan manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengurangi atau menggantikan  penggunaan bahan-bahan yang dapat merusak lapisan ozon seperti Methyl bromide  dan Phosphine yang bersifat racun bagi manusia dan lingkungan dalam fumigasi  kedelai yaitu dengan aplikasi teknologi mikrowave. Rancangan yang digunakan pada  aplikasi mikrowave adalah trial and error. Faktor yang digunakan dalam penelitian  ini adalah besarnya power dengan variasi (120; 240; 400; 560; 800) Watt, ketebalan  (I;2; 3; 4)cm dan waktu antara I-5 menit. Selain menggunakan rancan gan trial and  error, penelitian ini juga menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial  pola 2x5dengan 2 faktor yaitu kombinasi perlakuan kedelai (R) dan faktor lama  penyimpanan (L). Faktor kombinasi perlakuan terdiri dari 2 taraf yaitu RI = Tanpa  radiasi mikrowave dan R2 = Radiasi mikrowave. Faktor lama penyimpanan terdiri  atas 5 taraf yaitu L, = (0 har), L = (5 hari), Lj = (30 hari), L, (45 hari), Ls (60 hari). &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128388</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-21 15:50:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-21 15:50:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>