Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH TINGKAT PEMOTONGAN UMBI DAN KEDALAMAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLUMN ASCALONICUN L.)
Pengarang
Faisal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9705101011176
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007
Bahasa
Indonesia
No Classification
635.26
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemotongan umbi bibit dan kedalama tanam yang sesuai agar diperoleh pertumbuhan dan hasil bawang merah yang maksimal serta untuk mengetahui apakah diantara faktor - faktor tersebut terdapat interaksi yang nyata atau tidak.
Peneiitian ini dilaksanakan mulai 15 Juni sampai dengan 25 Agustus 2004
dilahan Komplek Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Syiah Kuala, Darussalam. Banda Aceh. Umbi bawang yang digunakan adalah varietas Filipina, yang telah dikawak selama empat bulan. Benih bawang ini selanjutnya dilakukan pemotongan umbi sesuai dengan perlakuan, yaitu : Uo = tanpa pemotongan, U 1 =
dipotong bagian, U = dipotong / bagian. Penelitian ini menggunakan Rancangan
Acak Kelompok (RAK) pola faktorial degan 3 alangan, masing - masing terdiri atas 3
taraf. Faktor yang diteliti adalah tingkat pemotongan umbi dan kedalaman tanam.
Peubah yang diamati terdiri daun peubah pertumbuhan dan peubah hasil. Peubah pertumbuhan meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Peubah hasil meliputi jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun, berat kering per plot netto dan produksi umbi kering per hektar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemotongan umbi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 HST, berpengaruh nyata terhadap tinggi
tanaman umur 30 HST serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur
45 HST, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat
kering umbi per rumpun, berat kering umbi per plot netto dan produksi umbi kering per hektar. Tanaman tertinggi umur I5 dan 30 HST dijumpai pada tingkat pemotongan
1/3 bagian umbi. Untuk peubah pertumbuhan dan hasil lainnya ada kccenderungan tanpa pemotongan umbi merupakan perlakuan yang lebih tepat.
Kedalaman tanam berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang
diamati. Ada kecenderungan perlakuan 0 cm dari permukaan tanah memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang lebih baik. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara tingkat pemotongan umbi dengan kedalaman tanam terhadap semua peubah yang diamati.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH TINGKAT PEMOTONGAN UMBI DAN KEDALAMAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLUMN ASCALONICUN L.) (Faisal, 2024)
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) DI DATARAN TINGGI GAYO LUES AKIBAT VARIETAS DAN JARAK TANAM (Muhammad Haekal, 2025)
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCOLANICUM L.) DI DATARAN TINGGI GAYO LUES AKIBAT VARIETAS DAN JARAK TANAM (Muhammad Haekal, 2025)
PENGARUH JARAK TANAM DAN JUMLAH UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) (Syarifah Nazhira, 2014)
PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS KOMPOS AMPAS KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM.L) (AMANDA IKTACIA NOLA, 2022)