Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGUJIAN BEBERAPA DOSIS PUPUK ORGANIK UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (SCLEROTIUM ROLFSII) PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAR L.)
Pengarang
Sartika SR - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0505103010010
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
SARTIKA SR, 0505103010010. " PENGUJIAN BEBERAPA DOSIS PUPUK ORGANIK UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (Sclerotium rolfsii) PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.)". Dibawah bimbingan Tjut Chamzurni sebagai pembimbing utama dan Marlina sebagai pembimbing anggota. Pemberian pupuk organik ke dalam tanah memberikan dampak yang baik terhadap tanah, sebagai media tumbuh tanaman. Tanaman akan memberikan respon yang positif apabila tempat tanaman tersebut tumbuh memberikan kondisi yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk organik yang tepat untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal batang (Sclerotium rolfsii) pada tanaman kedelai. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, mulai Maret sampai dengan Juli 2011. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pemberian pupuk organik terdiri atas 5 taraf, yaitu tanpa pupuk organik (BO), pupuk organik dengan dosis 20 g/tanaman (BI), 40 g/tanaman (B2), 60 g/tanaman (B3), 80 g/tanam an (84). Setiap unit perlakuan terdiri atas 4 polibag dengan dernikian jumlah polibag seluruhnya adalah 5x 4 x 4= 80 polibag. Seluruh data yang diperoleh dari hasil penelitian dihitung dengan analisis ragam, jika terdapat perbedaan maka diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 0,05. Peubah yang diamati masa inkubasi, persentase tanaman terserang, panjang lesio dan jumlah koloni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik berbeda sangat nyata terhadap masa inkubasi, persentase tanaman terserang panjang lesio dan jumlah koloni yang terbentuk pada pangkal batang kedelai. Masa inkubasi terlama terjadi pada perlakuan 80 g pupuk organik/tanaman yaitu 1,94 hari, perse ntase tanaman terserang 67,50%, panjang lesio yang terbentuk 1,47 cm dan jumlah mikroba terbanyak 131,25 koloni. Perlakuan terbaik yang diperoleh untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal batang pada dosis pupuk organik 80 g/tanaman.
Tidak Tersedia Deskripsi
APLLKAS I FUNGI MIK ORIZA ARB USKULA (FMA) UNT UK MENGENDALIKAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (SCLEROTIUM ROLFSII SACE) PADA TANAMAN KEDELAI (Asyulita, 2024)
PEMANFAATAN TRICHODERMA HARZIANUM UNTUK MENGENDALIKAN SCLEROTIUM ROLFSII DENGAN PEMUPUKAN KALIUM DAN BAHAN ORGANIK PADA TANAMAN KEDELAI (Ahmad Zaini, 2024)
PENGARUH DOSIS FUNGSI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) DAN RICHODERMA UNTUK MENGENDALIKAN SCLEROTIUM ROLFSII PADA TANAMAN KEDELAI (Hanny Wihardhany, 2024)
EFEKTIVITAS TRICHODERMA VIRIDE DAN TRICHODERMA HARZIANUM SEBAGAI AGEN ANTAGONIS SCLEROTIUM ROLFSII PADARNTANAMAN KACANG TANAH (Idarniati, 2024)
PENGARUH BEBERAPA SUMBER PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (GLYCINE MAX L.) PADA ULTISOL (CUT IZZA MAWADDAH, 2022)