PERENCANAAN SIMPANG BERSINYAL BERLENGAN TUJUH DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SIDRA INTERSECTION 5.1 (STUDI KASUS PADA SIMPANG TUJUH ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN SIMPANG BERSINYAL BERLENGAN TUJUH DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SIDRA INTERSECTION 5.1 (STUDI KASUS PADA SIMPANG TUJUH ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Mutia Noviana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0804101010131

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan simpang dengan pertemuan sebanyak tujuh ruas jalan tanpa adanya pengaturan lalu lintas dan petunjuk yang jelas dalam mengarahkan arus lalu lintas. Pada simpang ini terlihat antrian akibat pengguna kendaraan dari tiap-tiap ruas tidak memiliki prioritas daJam menentukan arah perjalanannya. Lokasi penelitian pada Simpang Tujuh Ulee Kareng Kota Banda Aceh, yang berjarak sekitar 5 km dari Mesjid Raya Baiturrahman. Tujuan dari penelitian ini ialah merencanakan Simpang Tujuh Ulee Kareng menjadi sebuah persimpangan bersinyal dengan melakukan perubahan geometrik dan pengaturan fase. Data yang dikumpulkan berupa data geometrik simpang, data kecepatan perjalanan dan data volume lalu-lintas. Data volume lalu lintas diambil hari Rabu, 23 Mei 2012 pada waktu pagi, pukul 07.00-08.00 WIB, siang 12.30-13.30 WIB, dan sore 17.30-18.30 WIB. Data-data tersebut kemudian diolah dengan perangkat SIDRA Intersection 5.1 untuk mendapatkan ukuran kinerja simpang. Hasil perhitungan kondisi eksisting diperoleh volume puncak sebesar 2173 smp/jam, kapasitas 2283 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) 0,952, tundaan rata-rata 11,4 detik dan tingkat pelayanan (Level of Service, LOS) simpang adalah E. Hasil perhitungan setelah dilakukan perubahan geometrik dengan simpang bersinyal dan pengaturan pergerakan arus lalu lintas, diperoleh kapasitas 2634 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) simpang sebesar 0,730. Nilai tundaan rata-rata simpang sebesar 26,3 detik dan tingkat pelayanan simpang (Level of Service, LOS), yaitu C. Tundaan pada pengaturan simpang bersinyal lebih besar akibat adanya pengaturan lampu lalu lintas. Waktu siklus yang disesuaikan yaitu sebesar I 00 detik dengan menggunakan waktu tetap (fixed time) untuk analisis waktu sinyal. Waktu kuning sebesar 4 detik untuk setiap fase dan waktu merah 2 detik untuk setiap fase.
Kata kunci : kinerja simpang, derajat kejenuhan, tundaan, volume lalu-lintas, level of service (LOS).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK