Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN (FAS) TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN PENAMBAHAN SERAT TEBU
Pengarang
Muhammad Riski - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0104101010090
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2008
Bahasa
Indonesia
No Classification
624.183 4
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penggunaan serat untuk memperkuat material beton yang getas telah lama dikenal. Penambahan serat yang mempunyai modulus elastisitas yang rendah dari modulus elastisitas matrik beton diharapkan dapat membuat beton lebih daktil untuk memperbaiki karakteristik beton. Salah satunya adalah ampas tebu. Dari setiap tebu yang diproses, gula yang terrnanfaatkan hanya sebesar
5% sedangkan ampas yang dihasilkan sebesar 90%, sisanya berupa tetes tebu
dan air sehingga diperlukan adanya pengembangan proses teknologi yang
dapat mendaur ulang kembali ampas tebu yang ada agar dapat bermanfaat bagi kehidupan serta tidak terbuang begitu saja yang bisa menyebabkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Faktor Air Semen (FAS) pada campuran beton serat terhadap kuat tekannya. Pada penelitian ini variasi FAS yang digunakan yaitu 0,30; 0,40; 0,50 dan 0,60. Perencanaan campuran beton dikerjakan mengikuti metode American Concrete Standard (ACI) 211.1-91 (2005). Benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah silinder beton berdiameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Penentuan kadar serat maksimal yang akan ditambahkan dalam adukan ditentukan dengan melakukan pengujian slump pendahuluan. Slump yang direncanakan adalah
75mm-100mm, dari hasil pengujian diperoleh nilai slump 80mm-85mm. Semakin besar kadar serat yang ditambahkan, maka akan semakin menyulitkan pemadatan karena kelecekan (workability) campuran semakin menurun. Pada penelitian ini umur pengujian kuat tekan adalah 7 dan 28 hari. Jumlah sampel untuk semua variasi FAS pada setiap pengujian karakteristik beton adalah delapan puluh (80) buah benda uji. Pembebanan akan dilakukan terhadap benda uji dengan memberikan beban perlahan-lahan. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan bahwa kuat tekan beton dengan penambahan serat tebu pada umur 7 dan 28 hari yang paling besar kuat tekan rata-ratanya adalah untuk FAS 0,3.
Kata kunci: Serat tebu, FAS, kuat tekan.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PENGGUNAAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN PERSENTASE 1 %,2%, DAN 3% VOLUME BETON (RIKA SARTIKA, 2024)
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK LENTUR, DAN KUAT TARIK BELAH BETON BUSA (FOAMED CONCRETE) (AULIA RAHMAN, 2024)
PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN (FAS) TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN PENAMBAHAN SERAT TEBU (Muhammad Riski, 2024)
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT POLYETHYLENE DENGAN VARIASI PANJANG SERAT TERHADAP RNKAPASITAS TARIK PELAT FERROFOAM CONCRETE (Minan Zuhri Zamia, 2023)
PENGARUH JENIS SEMEN TERHADAP PERKEMBANGAN KUAT TEKAN BETON UNTUK FAS 0,4 DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN PCI DAN PCC (Khalid, 2015)