<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128353">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN SIFAT BIOLOGI DAN KIMIA TANAH SEBELUM DAN SETELAH PEMBAKARAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jalfira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN  &#13;
&#13;
JALFIRA. Kajian Sifat Biologi dan Kimia Tanah Sebelum dan Setelah  Pembakaran (di bawah bimbingan Hifnalisa sebagai ketua dan Yusnizar sebagai  anggota).  Sistem tebas-bakar (slash and burn) merupakan metode pembukaan lahan  yang banyak dilakukan oleh petani. Lahan hutan yang dibuka dengan sistem tebas-bakar akan terkena langsung terpaan air hujan dan sinar matahari sehingga  sejumlah bahan organik, unsur hara serta mikroorganisme pada permukaan tanah  akan terbakar serta sejumlah bahan berupa abu terbentuk di pennukaan tanah  setelah pembakaran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat biologi dan kimia tanah sebelum dan setelah pembakaran. Lokasi pengambilan sampel di Desa Buerawak Kecamatan Lembah Selawah Kabupaten Aceh Besar dan penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tanah dan Laboratorium Penelitian Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dan pelaksanaannya pada bulan Mei 006.  sampai dengan Agustus 2 Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kclompok (RAK) faktorial  dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah waktu (P) dan faktor kedua kedalaman  taraf  tanah (I). Faktor pertama terdiri dari 4  yaitu: (I) sebelum pembakaran (Po),  (2) satu bulan setelah pembakaran (P), (3) dua bulan setelah pembakaran (P),  dan (4) tiga bulan setelah pembakaran (P9). Faktor kedua terdiri dari 2 taraf yaitu:  (I) kedalaman 0-5 cm (I) dan (2) kedalaman 5-15 cm (1). Pengamatan terhadap pelarut fosfat, populasi bakteri, populasi fungi, dan aktivitas mikroorganisme  (respirasi) tanah. Pengamatan terhadap sifat kimia tanah meliputi : pH. Kapasitas  Tukar Kation (KTK), Fosfor, dan C-organik.  Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa waktu sebelum dan setelah  pembakaran berpengaruh nyata terhadap pH dan KTK tetapi berpengaruh tidak  nyata terhadap total mikroorganisme, populasi mikroorganisme pelarut posfat,  populasi bakteri, populasi fungi, aktivitas mikroorganisme (respirasi) tanah, P­  tersedia dan C-organik. Kedalaman tanah sebelum dan setelah pembakaran  berpeng aruh nyata terhadap populasi mikroorganisme pelarut fosfat, pH, dan P­  tersedia tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap total mikroorganisme, populasi  bakteri, populasi fungi dan aktivitas mikroorganisme (respirasi) tanah, KTK, dan  C-organik. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128353</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-21 12:20:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-21 12:22:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>