<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128337">
 <titleInfo>
  <title>PROSES PEMBUATAN  KECAP MANIS AIR KELAPA  DENGAN VARIASI KONSENTRASI  BAHAN PENGENTAL  (CARBOXY METHYL CELLULOSE) DAN LAMA FERMENTASI KEDELAI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecap  adalah bumbu  dapur  atau  penyedap  makanan  yang  berupa  cairan berwama   hitam  yang  rasanya  manis  atau  asin.  Bahan  dasar  pembuatan  kecap umumnya  adalah  kedelai  kuning  atau  kedelai  hitam.  Namun,  kecap juga dapat dibuat   dari   air   kelapa   dan   ini   merupakan   suatu   upaya   yang   tepat   dan menguntungkan. Hal ini disebabkan  karena cara pembuatannya  yang mudah dan selain itu dapat meningkatkan  nilai tambah dari penggunaan air kelapa. Kecap air kelapa juga mempunyai aroma dan rasa yang hampir sama dengan kecap kedelai, karena dalam pembuatannya juga menggunakan  kedelai yaitu dalam bentuk bubuk tempe kedelai. Kedelai yang digunakan  ini telah terlebih dahulu mengalami proses fermentasi   sehingga    menjadi   tempe.   Perubahan-perubahan    biologis   selama fermentasi kedelai  ini akan mempengaruhi aroma dan rasa dari kecap air kelapa. Dewasa  ini penggunaan  bahan pengental (CMC) pada suatu produk pangan telah meluas,  khususnya  pada  industri-industri  makanan.  Dengan  penggunaan  kurang dari  I% telah  memperlihatkan  pengaruh  yang  besar  terhadap  tekstur  dan  sifat organoleptik produk. Penggunaan CMC dalam pembuatan kecap air kelapa disesuaikan  dengan  pH air kelapa yaitu yang berkisar antara 4,4-5,3. Gula merah yang   ditambahkan  selama   pembuatan   kecap  air   kelapa  akan   meningkatkan kekentalan dari  kecap. Namun,  dengan  penggunaan  CMC  kekentalan kecap  air kelapa yang dihasilkan  akan lebih baik.&#13;
Penelitian ini  bertujuan untuk menentukan  konsentrasi  pengental (CMC) dan  lama fermentasi  kedelai  sehingga  diperoleh  kecap air kelapa  yang  bermutu baik. Variabel yang digunakan  adalah konsentrasi bahan pengental (CMC) yang terdiri  atas 4 taraf,  yaitu:0, I%,  0,2%,  0,3%,  0,4%   dan  lama  fermentasi  kedelai (tempe) yang terdiri atas 2 taraf, yaitu:  3 hari dan 5 hari. Analisis yang digunakan&#13;
adalah  analisis  kadar  air, kekentalan  atau viskositas,  nilai  pH,  Kadar  gula,  kadar protein,  uji organoleptik  yang terdiri dari warna,  rasa, dan aroma.&#13;
Hasil   penelitian   menunjukkan   bahwa   semakin   lama   waktu   fermentasi&#13;
&#13;
(fermentasi  5  hari) maka  kadar air,  kadar gula, dan kadar protein  yang  dihasilkan akan  semakin  tinggi,  namun  nilai  pH  akan  semakin  menurun  pada  fermentasi  5 hari  ini.  Dari  uji  organoleptik ras a dan aroma  para panelis  lebih  menyukai  kecap air   kelapa   dengan   perlakuan   penambahan   bubuk   tempe   kedelai   yang   telah difermentasi selama  3  hari, sedangkan  dari organoleptik  wama  para  panelis  lebih menyukai  kecap  air  kelapa  dengan  perlakuan  penambahan  bubuk  tempe  kedelai yang telah difennentasi  selama 5  hari.&#13;
Konsentrasi  bahan  pengental  (CMC) yang digunakan  dalam  penelitian   ini  berpengaruh   sangat  nyata  terhadap  kadar  air.  kekentalan  atau  viskositas,  kadar gula,  dan  uji  organoleptik   wama  kecap  air  kelapa.  Semakin  tinggi  konsentrasi bahan  pengental  (CMC)  yang  digunakan  maka  kadar  gula  dan  kekentalan  atau viskositas  dari kecap air kelapa yang dihasilkan  akan semakin tinggi pula, namun kadar air akan semakin rendah dengan semakin tinggi konsentrasi CMC yang ditambahkan.   Dari   uji   organoleptik    wama    kecap   air   kelapa    para   panelis memberikan   skor  semakin  tinggi   dengan  semakin  tingginya   konsentrasi   CMC yang ditambahkan.&#13;
Interaksi antara  perlakuan dengan konsentrasi bahan pengental (CMC) dan lama   fennentasi   kedelai   (tempe)  memberikan   pengaruh  sangat  nyata   terhadap kadar gula dan nilai  organoleptik  wama dari kecap air kelapa.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128337</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-21 11:21:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-21 11:21:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>