<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128336">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN     AMPAS    TAHU    SEBAGAI    BAHAN    BAKU PEMBUATAN   KECAP   MANIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Erdi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ampas tahu merupakan bahan sisa dalam bentuk padatan pasta dari bubur kedelai  yang diperas untuk diambil susunya pada pembuatan tahu.  Pemanfaatan ampas tahu selama ini  masih sangat terbatas bahkan menjadi  limbah yang tidak termanfaatkan. Hanya sebagian  kecil ampas tahu yang dipakai untuk makanan. Hal  ini  disebabkan   karena  ampas tahu sangat mudah rusak dan  tidak  bisa disimpan lama.&#13;
Salah satu alternatif pengolahan ampas tahu adalah pemanfaatan sebagai bahan dasar pembuatan kecap.  Selama  ini  biasanya kecap dibuat dengan bahan dasar   kedelai   sehingga  diperkirakan   ampas   tahu   kedelai   ini   juga   bisa dimanfaatkan  sebagai  bahan dasar pembuatan kecap menggantikan kedelai  utuh. Dengan adanya penggunaan  teknologi  tepat guna di  bidang pengolahan  pada pemanfaatan ampas tahu menjadi kecap, diharapkan dapat membantu para perajin tahu maupun masyarakat  sekitarnya, agar dapat meningkatkan  keterarnpilan dan dapat meningkatkan pendapatan serta berpeluang  untuk menciptakan lapangan kerja baru.&#13;
Pada penelitian  ini  dipelajari  penggunaan perbandingan  konsentrasi  laru tempe dengan ampas tahu dan konsentrasi garam yang berbeda terhadap karakteristik mutu kecap dari ampas tahu sehingga diperoleh kecap yang memiliki cita  rasa yang disukai  konsumen.  Konsentrasi  laru  tempe yang digunakan P1=&#13;
0,1%,  P= 0,2%, dan P, = 0,3%, untuk konsentrasi  garam G1 = 20%,  G2,= 25%,&#13;
&#13;
dan G3, = 30%.  Penelitian  ini  menggunakan  Rancangan Acak Kelompok (RAK)&#13;
&#13;
dengan 3 kali ulangan.&#13;
&#13;
Penelitian  ini  bertujuan  untuk mempelajari  pembuatan kecap dari  ampas tahu, dan pengaruh perbedaan konsentrasi laru tempe dan konsentrasi garam yang digunakan terhadap karakteristik   mutu kecap dari ampas tahu yang dihasilkan. Hasil   penelitian    ini   diharapkan    dapat   digunakan    sebagai   acuan   dan   sumber&#13;
infonnasi  mengenai  pembuatan kecap dari ampas tahu yang sesuai dengan selera konsumen, sehingga dapat dikembangkan baik pada tingkat industri rumah tangga maupun  industri  skala  besar.  Selain  itu juga  dapat  membantu memecahkan masalah  pencemaran limbah  dari  industri  tahu.  Parameter yang diamati  dan dianalisis adalah kadar air,  kadar protein, nilai viskositas,  total  padatan terlarut, nilai organoleptik rasa, nilai organoleptik warna dan nilai organoleptik aroma.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi laru tempe (P) berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar protein, total padatan terlarut, nilai  viskositas,  dan nilai  organoleptik  aroma tetapi  berpengaruh tidak  nyata terhadap nilai organoleptik warna, dan nilai organoleptik rasa. Pengaruh konsentrasi  garam (G) berpengaruh sangat nyata pada hampir semua parameter, kecuali  pada  nilai   organoleptik   warna  dan  nilai   organopletik   rasa  yang&#13;
berpengaruh  tidak   nyata.    lnteraksi   perlakuan   konsentrasi   laru   tempe  dan&#13;
,.&#13;
konsentrasi garam (PG) berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, berpengaruh&#13;
nyata   terhadap  total   padatan   terlarut,   dan  nilai   organoleptik   aroma,   dan berpengaruh tidak  nyata terhadap  kadar protein,  viskositas,  nilai  organoleptik warna, dan nilai organoleptik rasa.&#13;
Semakin tinggi  konsentrasi  laru dan konsentrasi garam yang ditambahkan maka kadar air semakin rendah,  kadar protein semakin tinggi, viskositas semakin tinggi, total padatan terlarut semakin tinggi, dan nilai organoleptik warna, rasa dan aroma penilaian panelis agak suka.  Kecap manis ampas tahu dengan kualitas organoleptik terbaik diperoleh dari perlakuan konsentrasi  laru tempe 0,3%  dan konsentrasi garam 25% (P3G3) dengan karakteristik produk sebagai berikut: kadar air 54.58%,  protein 5,08%,   TPT 52,66 %, viskositas  1,78 gram/ cm.detik dan nilai organoleptik warna 3,50  (suka),  rasa 2,80  (agak suka),  aroma 3,32  (agak suka).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128336</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-21 11:08:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-21 11:08:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>