<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128293">
 <titleInfo>
  <title>PERKIRAAN EROSI DENGAN METODE USLE DAN TINDAKAN PENGAWETAN TANAH DAN AIR DI SUB DAS KRUENG KEUMIREU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pariman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN  &#13;
&#13;
Pendugaan kehilangan tanah karena erosi dan Penentuan tindakan pengawetan tanah dan air di suatu lahan adalah dengan Metode USLE (Universal  Soil Loss Equation). Metode ini dapat diterapkan secara luas dengan terlebih dahulu menetapkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, yaitu erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan keminingan lereng (LS), penutupan lahan  (C), dan pengelolaan lahan (P)  Tujuan penehitian ini untuk menduga dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab timbulnya erosi di sub Daerah Aliran Sungai Krueng Keumireu. Kemudian berdasarkan keh.langan tanah karena erosi aktual yang diperoleh, dapat diidentifikasi tingkat bahaya erosi serta dibenikan usa ha pengawetan tanah dan air. Dan untuk pendugaan Tingkat Bahaya Erosi menggunakan sistem informasi geografi (SIG) Arc View 3.2. yang mempunyai kemampuan melakukan perhitungan dan pendugaan tingkat bahaya erosi yang terjadi Hasil penelitian menunjukkan total kehilangan tanah karena erosi potensial  adalah 17.892,92 ton/ha/tahun, dan aktual 178,90 ton/ha/tahun . Dari seluruh  wilayah penelitian didapati 5 kelas tingkat bahaya erosi yang cukup signifikan,  yaitu sangat rendah kelas 0 (48,14 %), rendah kelas 1(28,11 %), sedang kelas II (21,68 %), berat kelas III(1,20 %), sangat berat kelas IV (0,87%)  Faktor erosivitas hujan dan erodibilitas tanah merupakan faktor-faktor yang tidak dapat atau kecil sekali kemungkinannya untuk diubah. Karena itu faktor kelerengan serta faktor penutupan lahan dan pengelolaan lahan memegang peranan penting dalam menekan potensi kehilangan tanah yang terjadi. Agar kehilangan tanah karena erosi yang terjadi masih dalam. batas yang dapat ditoleransi (I5 ton ha/tahun), maka dianjurkan untuk lahan dengan tingkat bahaya erosi berat (II dan sangat berat (IV) menggunakan tindakan penutupan  lahan (C) hutan kerapatan tinggi (0,001) tanpa perubahan faktor P, untuk  kemiringan lereng 15. &gt; 40 %. Dan untuk lahan dengan tingkat bahaya eosi sedang (II) diubah menyadi lahan ubi kayu (0,181), faktor (P) diperbaiki dengan  pembuatan teras bangku(P 0,04), sistem irigasi dan drainase, untuk kemiringan 15-&gt; 40%. Untuk laban dengan tingkat bahaya erosi sedang (ID), berat (III), dan sangat berat (IV) untuk kemiringan 8 15 % diubah menjadi kebun campuran kerapatan tinggi (C = 0,10), sedangkan untuk kemiringan lereng 3 8 %,  diberikan perlakuan penanaman dalam strip dengan tanaman penyangga kacang­ kacangan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EROSION - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>631.45</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128293</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-20 15:41:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-21 10:55:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>