<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128291">
 <titleInfo>
  <title>RESPON PERTUMBUHAN AYAM LOKAL PEDAGING TERHADAP PENAMBAHAN PROTEIN EKSTRAK NABATI (PEN) DAN PERBEDAAN LEVEL PROTEIN RANSUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andi Saputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RESPON PERTUMBUHAN AYAM LOKAL PEDAGING TERHADAP PENAMBAHAN PROTEIN EKSTRAK NABATI (PEN) DAN PERBEDAAN LEVEL PROTEIN RANSUM  ANDI SAPUTRA&#13;
  ABSTRAK  &#13;
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan ayam lokal pedaging terhadap penambahan protein ekstrak nabati (PEN) dan perbedaan level protein ransum, telah dilakukan di Field Lab. (Laboratorium Experimental Farm) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh selama 90 hari, dimulai sejak tanggal 4 Agustus sampai 27 Oktober 2008. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, terdiri dari faktor jenis kelamin yaitu (JJ) jantan dan (JB) betina dan faktor level protein ransum pada level PEN (Protein Ekstrak Nabati) (R1) 17% dan 0,4%, (R2) 19% dan 0,6%, (R3) 21% dan 0,8%. Setiap kombinasi terdiri dari empat ulangan dalam setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam, yang masing-masing diacak menjadi 24 unit percobaan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan berat badan, berat badan  akhir, konsumsi ransum, konversi ransum dan efisiensi ransum. Data  dianalisis dengan analisis keragaman. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pertambahan berat badan tertinggi yaitu ayam jantan pada level protein ransum dan level PEN R2 (93,23 gram/ekor/minggu) dan ayam betina pada level protein ransum dan level PEN R3 (63,86 gram/ekor/minggu). Berat badan akhir tertinggi yaitu ayam jantan pada level protein ransum dan level PEN R2 (1491,5 grarn/ekor) dan ayam betina pada level protein ransum dan level PEN R3 (1061,5 gram/ekor). Konsumsi ransum tertinggi yaitu ayam jantan pada level protein ransum dan level PEN R1 (361,64 grarn/ekor/minggu) dan ayam betina pada level protein ransum dan level PEN R1 (177,63 gram/ekor/minggu). Konversi ransum tertinggi yaitu a yam jantan pada level protein ransum dan level PEN R3 (3, 76) dan ayam betina pada level protein ransum dan level PEN R2 (2,73). Efisiensi ransum tertinggi yaitu ayam jantan pada level protein ransum dan level PEN R3 (0,27) dan ayam betina pada level protein ransum dan level PEN R2 (0,37). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penambahan protein ekstrak nabati (PEN) dan perbedaan level protein ransum berpengaruh sangat nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128291</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-20 15:40:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-20 15:40:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>