PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN PENAMBAHAN NATRIUM KARBONAT (NA2COJ) TERHADAP MUTU BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN PENAMBAHAN NATRIUM KARBONAT (NA2COJ) TERHADAP MUTU BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.)


Pengarang

Rahmat Danil Syahputra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705106010047

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

664.024

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Kakao merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan terutama untuk diolah menjadi bubuk. Bagian dari buah kakao yang digunakan untuk diolah menjadi makanan adalah bijinya. Perkembangan produksi kakao tidak diikuti dengan perbaikan mutu biji kakao, biji kakao dari perkebunan rak yak cenderung masih bermutu rendah disebabkan karena cara pengolahan yang kurang baik seperti biji kakao tidak difermentasi atau proses fermentasi yang kurang baik. Fermentasi merupakan inti dari proses pengolahan biji kakao yang bertujuan untuk membebaskan biji kakao dari pulp dan mematikan biji, juga untuk memperbaiki dan membentuk citarasa cokelat yang enak dan menyenangkan serta mengurangi rasa sepal dan pahit pada biji. Cara lain untuk meningkatkan mutu dari biji kakao yaitu dengan proses alkalisasi Lamanya proses fermentasi dan penambahan unsur alkali diduga terjadi suatu interaksi yang berpengaruh terhadap mutu bubuk kakao. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan zat alkali (Na,CO,) terhadap mutu biji kakao setelah proses fermentasi. Ruang lingkup penelitian: terbatas pada biji kakao tanpa fermentasi, fermentasi tidak sempurna, fermentasi sempurna, waktu fermentasi yang berlebih, clan penggunaan larutan alkali 4%. Analisis: kadar air, lemak, asam lemak bebas , pH, dan uji organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (Randomized Completely Design) dengan 2 faktorial yaitu faktor lama fermentasi dan alkalisasi. Data basil pengamatan akan dianalisa dengan Sidik Ragam atau ANOVA (Analysis OJ Variance). Jika interaksi keduanya berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Duncan 5%. Berdasarkan hasil penelitian, kadar air tertinggi adalah 7,85% yang diperoleh dari kakao dengan fennentasi 4 hari dan alkalisasi sedangkan terendah adalah 7,54% yang diperoleh dari fermentasi 5 hari tanpa alkalisasi. Kadar pH paling mendekati netral adalab 6,88 didapat pada biji kakao yang hanya mendapat perlakuan alkalisasi tanpa fermentasi sedangkan yang paling menjauhi netral adalah perlakuan fermentasi 7 hari tanpa alkalsasi dengan pH 5, 10. Kadar lemak tertinggi diperoleh pada fermentasi 7 hari tanpa alkalisasi yaitu sebesar 50,36% sedangkan terendah pada fermentasi 4 hari dengan alkalisasi yaitu sebesar 48,92%. Asam lemak bebas tertinggi yang didapat adalah 1,83% dari perlakuan fermentasi 0 hari dengan alkalisasi sedang kan terendah adalah 1,42% didari 5 fermentasi hari dengan alkalisasi. Hasil uji organoleptik perlakuan terbaik yang banyak dipilih oleh panelis adalah perlakuan fermentasi 5 hari dengan alkalisasi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK