<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128257">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI FAKTOR – FAKTOR RISIKO PADA PROSES PRODUKSI ASPAL DI UNIT ASPHALT MIXING PLANT (AMP) DI ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>UTARI WIRANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang mempengaruhi proses produksi aspal di unit Asphalt Mixing Plant. Proses produksi aspal merupakan kegiatan yang kompleks dan melibatkan berbagai tahapan mulai dari persiapan bahan baku, pengeringan dan pemanasan agregat, pencampuran dengan bitumen, hingga penyimpanan dan pengangkutan produk akhir ke konstruksi jalan. Setiap tahapan tersebut memiliki potensi risiko yang dapat mempengaruhi kualitas produksi. Metodologi penelitian ini melibatkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara dengan ahli industri dan pihak perusahaan. Analisis risiko dilakukan dengan menggunakan metode Importance  Index yang nilainya diperoleh dari perhitungan  Frequency Index (FI) dan Severity Index (SI),bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan faktor risiko berdasarkan tingkat keparahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor risiko utama dalam proses produksi aspal meliputi kerusakan komponen atau mesin, kualitas bahan baku yang tidak konsisten, ketidakpastian rantai pasok, kesalahan manusia atau operator, dan faktor lingkungan seperti cuaca ekstrem. Risiko kegagalan atau kerusakan komponen utama pada drum pengering dan sistem pencampurannya dapat menyebabkan penurunan kapasitas produksi dan peningkatan biaya perawatan. Kualitas bahan baku yang tidak konsisten, seperti agregat dan bitumen dapat mempengaruhi kualitas aspal yang dihasilkan. Gangguan kesalahan manusia atau operator dan juga faktor lingkungan memiliki dampak signifikan terhadap proses produksi aspal di unit AMP. Penelitian ini menyarankan beberapa langkah mitigasi untuk mengurangi risiko, termasuk penerapan program pemeliharaan komponen-komponen AMP, peningkatan pengawasan kualitas bahan baku, pelatihan rutin bagi operator, dan pengembangan rencana kontingensi untuk menghadapi cuaca ekstrem apabila terjadi. Dengan mengidentifikasi dan mengelola faktor-faktor risiko ini, diharapkan unit Asphalt Mixing Plant dapat meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas aspal yang dihasilkan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128257</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-20 11:54:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-20 15:05:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>