Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
INOKULASI TRICHODERMA HARZIANUM DAN PSEUDOMONAS FLUORESCENS DENGAN WAKTU YANG BERBEDA UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU SCLEROTIUM PADA TANAMAN KEDELAI
Pengarang
Khaidir - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0051311746
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian.,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN KHAIDIR.
Trichoderma harzianum Inokulasi Dan Pseudomonas fluoresen Dengan Waktu Yang Berbeda Untuk Mengendalikan Penyakit layu Sclerotium Pada Tanaman Kedelai. (di bawah bimbingan Tjut Chamzurni, sebagai ketua dan Susanna, sebagai anggota). Pemanfaatan agen antagonis memberi peluang besar untuk mengendalian penyebab penyakit, khususnya terhadap patogen tular tanah (soil Borne patogen) dan dapat meningkatkan hasil produksi tanaman. Penggunaan agen antagonis lebih dari satu jenis dalam waktu yang lebih lama dengan jarak tanam sangat efektif untuk mengendalikan patogen tular dan meningkatkan hasil produksi kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas agen tanah antagonis dan waktu pemberian yang tepat dalam menekan pertumbuhan Sclerotium rolfsii pada tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Meunasah Mon Krueng Raya, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilaksanakan sejak Januari -April 2006. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial. Faktor pertama adalah jenis antagonis yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa antagonis (A0), inokulasi T harzianum (AI), inokulasi P. fluorescens (A2), inokulasi T. harziarum dan P. fluorescens (A3). Faktor kedua adalah waktu pemberian antagonis yang terdiri dari tiga taraf yaitu 10 hari scbelum tanam (WI), 5 hari sebelum tanam (W2), dan saat tanam (W3). Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 polibag. sehingga terdapat 144 satuan unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dari faktor yang dicobakan berpengaruh sangat nyata terhadap masa inkubasi dan tidak berpengaruh nyata terhadap peubah lain yang dicobakan. Pada perlakuan agen antagonis berpengaruh sangat nyata terhadap masa inkubasi, panjang lesio dan bobot kering biji kedelai. Pada pengamatan persentase perkecambahan dan tinggi tanaman pada 14 & 28 HST berpengaruh nyata, sedangkan pada tinggi tanaman 42 HST tidak berpengaruh nyata. Sedangkan pada perlakuan waktu aplikasi berpengaruh nyata terhadap masa inkubasi, panjang lesio, tinggi tanaman pada 14 HST dan bobot kering biji kedelai. Dan tidak berpengaruh nyata terhadap peubah lain yang dicobakan.
Tidak Tersedia Deskripsi
POTENSI DAUN KATUK DAN LAMTORO SEBAGAI NUTRISI CENDAWAN TRICHODERMA SP. PADA PELET MEDIA TUMBUH DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN PATOGEN TULAR TANAH (Zikriah, 2016)
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PENGAPURAN TERHADAP EFEKTIVITAS ANTAGONISME TRICHODERMA HARIANUM DALAM MENEKAN PERKEMBANGAN PENYAKIT LAYU SCLEROTIUM KACANG TANAH PADA INCEPTISOL (Irvan Subandar, 2025)
EFEKTIVITAS TRICHODERMA VIRIDE DAN TRICHODERMA HARZIANUM SEBAGAI AGEN ANTAGONIS SCLEROTIUM ROLFSII PADARNTANAMAN KACANG TANAH (Idarniati, 2024)
PENGGUNAAN TRICHODERMA HARZIANUM DAN BERBAGAI JENIS DAHAN ORGANIK UNTUK MENCEGAH PENYAKIT LAYU FUSARIUM DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL TANAMAN CABAI (Marzuki, 2025)
KEEFEKTIFAN TRICHODERMA VIRENS DAN TRICHODERMA HARZIANUM DALAM MENGENDALIKAN NEMATODA PURU AKAR MELOIDOGYNE SPP. PADA TANAMAN TOMAT (Wahyusa Eka Putra, 2013)