<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128235">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA L.) TERHADAP JUMLAH SEL FIBROBLAS, ANGIOGENESIS,  DAN  INTERLEUKIN-2 DALAM PENYEMBUHAN LUKA INSISI  PADA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Handayani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran - Magister Sains BioMedis (S2)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Luka insisi merupakan luka yang terjadi karena teriris suatu benda atau instrumen yang tajam. Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) merupakan salah satu tumbuhan yang telah digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati luka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa kimia dan efektivitas gel ekstrak etanol daun kirinyuh (EEDK) terhadap penyembuhan luka insisi. Penelitian ini menggunakan post-test only control group design terhadap 30 ekor tikus putih yang di bagi kedalam 5 kelompok perlakuan terdiri dari KN (Kontrol Negatif: basis gel), KP (Kontrol Positif: salap gentamisin 0,1%), K1 (gel EEDK 5%), K2 (gel EEDK 7,5%) dan K3 (gel EEDK 10%). Hasil skrining fitokimia menunjukkan kandungan terpenoid, saponin, flavonoid dan fenolik. Senyawa sekunder yang paling banyak adalah Glycidyl palmitate (17,02 %), n- 9-Octadecenoic acid (Z)-sebesar (15,68%), Hexadecanoic acid dan l-(+)-Ascorbic acid 2,6-dihexadecanoate (12,19%). Gel EEDK 7,5%  memenuhi uji stabilitas yang baik sebelum dan setelah Cycling test. Pengolesan gel dilakukan selama 14 hari, dua kali sehari. Pada hari ke 7 dan hari ke 14 dilakukan pengambilan kulit luka tikus untuk pemeriksaan histologi berupa jumlah fibroblas dan angiogenesis serta pengambilan darah intracardiac untuk pemeriksaan konsentrasi interleukin-2 dengan menggunakan ELISA (Enzyme-Linked Immuno Sorbent Assays). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gel EEDK 5% pada hari ke 14 menurunkan panjang luka (p= 0,022) dan meningkatkan jumlah angiogenesis (p=0,006). Tidak didapatkan perbedaan signifikan jumlah fibroblas pada hari ke 7 maupun hari ke 14. Pemberian Gel EEDK terbukti meningkatkan konsentrasi interleukin-2 pada hari ke 7 dan hari ke 14 (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128235</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-20 09:12:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-20 11:00:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>