<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128224">
 <titleInfo>
  <title>DAYA SIMPAN IKAN TONGKOL (EUTHYNNUS AFFINIS) MARINASI BERBASIS ASAM SUNTI (AVERRHOA BILIMBI L.) YANG DISIMPAN PADA SUHU DINGIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUDHIAH LHOKSMI EKA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Marinasi ikan dengan memanfaatan pengawet alami merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempertahankan kualitas ikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya simpan daging ikan tongkol (Euthynnus affinis) yang di marinasi menggunakan bumbu berbasis asam sunti pada suhu dingin. Sampel yang digunakan adalah daging ikan tongkol yang di fillet dan dipotong-potong seberat 50 gram sebanyak 84 potongan.  Penelitian  ini  menggunakan  Rancangan Acak  Lengkap  dengan  dua perlakuan yaitu marinasi daging ikan tongkol dengan bumbu berbasis asam sunti (perlakuan I) dan tanpa marinasi (perlakuan II). Masing-masing perlakuan menggunakan 42 potongan sampel. Perlakuan marinasi dilakukan dengan cara menghomogenkan 10 gram bumbu marinasi dengan setiap potong sampel ikan. Selanjutnya, masing-masing potongan sampel dimasukkan ke dalam kantong plastik zipper lock dan disimpan dalam refrigerator pada suhu dingin 5°C. Parameter yang diamati adalah awal pembusukan daging ikan dengan menggunakan uji Postma. Pengamatan waktu pembusukan sampel dilakukan setiap hari selama 14 hari. Setiap pengamatan menggunakan 3 sampel sebagai ulangan. Hasil penelitian terlihat bahwa pada ikan yang dimarinasi terjadi perubahan kertas lakmus merah menjadi biru sebagai indikator awal pembusukan uji Postma pada hari ke 12-13, namun hasil dubius terjadi pada hari ke 11. Sedangkan pada ikan yang tidak dimarinasi terjadi pada hari ke 6-7, namun hasil dubius sudah terjadi pada hari ke 5. Data ini menunjukkan bahwa marinasi berbasis asam sunti dapat mempertahankan daya simpan daging ikan tongkol selama 10-11 hari sedangkan tidak marinasi hanya bertahan 4-5 hari. Berdasarkan hasil Chi Square Test diketahui bahwa waktu awal pembusukan antara ikan yang di marinasi dengan tidak marinasi berbeda secara nyata (P &lt; 0,05).  Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa marinasi menggunakan bumbu berbasis asam sunti dan disimpan pada suhu dingin dapat memperpanjang daya simpan daging ikan tongkol. &#13;
Kata kunci: Asam sunti, ikan tongkol, pembusukan, pengawetan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128224</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-19 19:23:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-20 10:04:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>