PENGARUH EKSTRAK LIDAH BUAYA (A.JOE VERA) TERHADAP PERKEMBANGAN DAN MORTALITAS PLUTELLA XYLOSTELLA L. PADA TANAMAN SAWI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH EKSTRAK LIDAH BUAYA (A.JOE VERA) TERHADAP PERKEMBANGAN DAN MORTALITAS PLUTELLA XYLOSTELLA L. PADA TANAMAN SAWI


Pengarang

Sustriyanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0105103010026

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN Sustriyanti, 0105103010026.
Pengaruh Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Perkembangan dan Mortalitas Plutella xylostella L. pada Tanaman Sawi. (Di bawah bimbingan Hasnah sebagai ketua dan M. Ilyas Abubakar sebagai anggota). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak lidah buaya terhadap perkembangan tanaman kematian, persentase pupa yang terbentuk, persentase imago yang muncul dan mortalitas, rata-rata kecepatan waktu persentase luas daun yang terserang oleh Jarva P. rylostella. dan ini dilakukan di Laboratorium Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, sejak bulan Agustus sampai September 2007. Penelitian Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari enam kisaran konsentrasi ekstrak lidah buaya yaitu: 10, 20, 30, 40, 50, 60 ml L' larutan, dengan empat ulangan sehingga diperoleh 24 unit perlakuan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis ragam yang dilanjutkan dengan uji Seda Nyata Terkecil (BNl) pada taraf 0,05. Peubah yang diamati adalah mortalitas larva, rata-rata kecepatan waktu kematian, persentase pupa yang terbentuk, imago yang muncul dan persentase luas daun yang terserang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak lidah buaya efektif dalam mengendalikan P. xylostella. Mortalitas larva yang tertinggi dijumpai pada 60 ml L' ini larutan 100 persen dan mortalitas larva yang terendah terjadi pada 10 ml L' larutan 45 persen. Rata-rata waktu kematian larva P. xylostella tercepat pada 60 ml L' larutan selama 2,89 hari dan waktu kematian larva P. xylostella terlama pada 10 ml L' larutan 3,23 hari. Persentase pupa yang terbentuk paling besar yaitu 55 persen terjadi pada 10 ml L' larutan dan persentase pupa yang rendah yaitu 22,50 persen pada 50 ml L' larutan. Begitu juga pada 50 ml L' larutan persentase imago yang muncul 2,50 persen (terendah). Sedangkan pada 60 ml L' larutan tidak terdapat pupa yang muncul dan imago yang terbentuk (0,00 persen). Persentase daun terserang oleh larva P. xylostella yang terluas dijumpai pada 10 ml L' larutan yaitu 86,08 persen. Pada satu hari setelah aplikasi (1 HSA) sampai di hari 4 HSA persentase luas daun terserang semakin kecil yaitu 21,40 persen yang dijumpai pada 60 ml ekstrak L' larutan. Pada 4 hari setelah aplikasi ekstrak lidah buaya sebanyak 10 ml L' larutan telah mencapai mortalitas larva P. xylostella sebanyak 55,00 persen. Konsentrasi yang efektif untuk mengendalikan larva P. xylostella dalam penelitian ini yaitu 60 ml L' larutan. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak lidah buaya berpotensi sebagai insektisida nabati.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK