<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128200">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS IKAN DAN METODE PEMASAKAN DAGING IKAN TERHADAP MUTU ABON IKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mulyadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan   merupakan   salah   satu   sumber   protein   hewani   yang   banyak  dikonsunsi  masyarakat  mudah  didapat  dan  harganya  murah  dibandingkan daging. Namun ikan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan  bahan  makanan  lain.  Bakteri  dan  ponbahan  kimiawi  pada  ikan  mati  dapat  menyebabkan pembusukan. Mutu olahan ikan sangat tergantung pada mutu bahan  mentahnya.   Oleh  karena   itu   untuk  mencegah  teriadinya   pembusukan  perlu  dilakukan pengawetan ikan.&#13;
               Abon ikan adalah  jenis makanan awetan yang terbuat dari ikan yang diberi  bumbu, diolah dengan cara perebusan dan penggorengan. Produk yang dihasilkan  mempunyai bentuk lembut, rasa enak, bau khas, dan mempunyal daya awet yang  relatif lama. Pada proses pemasakan ikan selain perebusan juga dapat dilakukan  dengan pengukusan. Cara ini memiliki kelebihan dan kekurangan terhadap nilai  gizi. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap  keduanya.&#13;
             Pada umumnya abon yang sering kita lihat dipasaran terbuat dari daging  sapi.   Pemilihan   ikon   diolah   menjadi   abon   merupakan   altermatif  lain   bagi  konsumen yang tidak suka mengkonsumsi daging. Selain itu ikan juga memiliki&#13;
protein dengan nilai gizi tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai sumber protein  pengganti daging. Pemilihan ikan laut untuk pembuatan abon pada penelitian ini  karena   ikan   laut   mempunyai   daging   lebih   tebal   dan   duri   lebih   sedikit&#13;
dibandingkan ikan darat.  &#13;
               Penelitian ini  menggunakan  Rancangan Acak  Lengkap  (RAL)  Faktorial  dengan dua faktor perlakuan yaitu faktor jenis ikan (A) yang terdiri atas 3  taraf  yaitu  ikan  tongkol  (Al),  ikan  cucut  (A2)  dan  ikan  cakalang  (A3)  dan  faktor  metode pemasakan daging ikan (P) yang terdiri atas 2 taraf yaitu pengukusan (Pl)  dan perebusan  (P2) sehingga unit percobaan berjumlah     3  x 2 = 6 perlakuan.  Perlakuan  tersebut  akan  diulang  3  kali  sehingga didapat  18  satuan percobaan. Parameter yang diamati dan dianalisis rendemen, kadar protein, kadar air, kadar lemak dan kadar air serta uji  onganoleptik berupa uji kesukaan (skala hedonik)  teinadap penampakan, rasa, bau dan warna.&#13;
               Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan berpengaruh sangat nyata  (P 0,05) terhadap rendemen  nilai  organoleptik  tekstur,  aroma  dan  rasa.  Metode  pemasakan  daging  ikan  berpengaruh  sangat  nyata (P&gt; 0,01)  terhadap  kadar  protein,  kadar  lemak, berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap rendemen,kadar air, nilai organoleptik tekstur, aroma, warna  dan  rasa.   interaksi   antara  jenis    ikan   dan   metode  pemasakan   daging   ikan  berpengaruh  tidak  nyata  (P  &gt;  0,05)  pada  semua  parameter  kecuali   terhadap  rendemen abon ikan yang dihasilkan.&#13;
               Abon ikan dengan kualitas organoleptik terbaik di dapatkan dari perlakuan  metode pemasakan daging ikan dengan pengukusan dan jenis ikan cucut dengan  karakteristik produk sehagai berikut :  rendemen 84,47%, kadar protein  12,61%,  kadar  air  2,53%,  kadar  lemak  18.47%,  kadar  abu  20,67%,  nilai  organolaptik  tekstur 3,50 penerimaan ngak suka hingga suka), aroma 3,17 penerimaan suka),  warna 3,67 penerimaan agak suka hingga suka) dan rasa 323 (penerimaan  suka).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PROFITS - AGRICULTURAL INDUSTRIES</topic>
 </subject>
 <classification>597</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128200</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-19 13:31:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-19 15:00:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>