<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128199">
 <titleInfo>
  <title>PENDETEKSIAN KECACATAN BIJI LADA MENGGUNAKAN TEKNIK DEEP LEARNING BERBASIS YOLOS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Qunun Qifa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Komputer</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lada merupakan rempah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di dunia dan termasuk salah satu komoditas penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurut data tahun 2019, Indonesia berada pada peringkat ketiga sebagai negara pengekspor lada setelah Vietnam dan Brazil. Total nilai ekspor lada mencapai sekitar US$14.83 miliar. Produksi lada secara global didominasi oleh enam negara, terutama Vietnam (37,8%), Brazil (13,7%), Indonesia (13,2%), India (9,7%), Sri Lanka (6,0%), dan Malaysia (4,7%). Oleh karena itu, Menjaga standar kualitas biji lada agar dapat bersaing dan mendapatkan penerimaan positif dari konsumen dunia itu sangat diperlukan. Pada penelitian ini akan berfokus pada perancangan sebuah model deep learning yang dapat mendeteksi biji lada normal dan biji lada yang rusak secara akurat. Pembuatan sistem deteksi ini dengan menggunakan model You Only Look Once Sequence (YOLOS) berbasis Hugging Face yang dapat mengidentifikasi dan memilah biji lada yang berkualitas baik dan biji lada yang rusak dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hasil dari pengujian yang dilakukan menunjukkan sistem dapat mendeteksi biji lada dengan cukup baik dengan perolehan nilai Average Precision (AP) dan Average Recall AR objek large tertinggi masing-masing bernilai 86.4% dan 92.4%. Selain itu, pada kondisi penilaian IoU 0.5, didapatkan nilai tertinggi pada 98.1%. Hasil evaluasi menunjukkan kemampuan model dalam mendeteksi biji lada bekerja dengan baik. Hal ini berarti model tersebut memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam Pendeteksian biji lada yang mengalami kerusakan atau cacat.&#13;
 &#13;
Kata kunci: Biji Lada, Deep Learning, Vision Transformer, Hugging Face, YOLOS&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128199</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-19 13:23:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-20 09:30:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>