PENGARUH JENIS MULSA DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR SUPER BIONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASILRNTANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH JENIS MULSA DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR SUPER BIONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASILRNTANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.)


Pengarang

Tarmizi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605101010045

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Tarmizi. Pengaruh Jenis Mulsa dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Super Bionik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (4llium ascalonicum L.), di bawah bimbingan Nurhayati sebagai ketua dan Ainun Marliah sebagai anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa dan konsentrasi pupuk organik cair Super Bionik yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, mulai dari tanggal 13 April sampai dengan I 3 Juni 2011. Bahan dan alat yang digunakan adalah benih bawang merah varietas Filipina, pupuk organik cair Super Bionik, mulsa jerami, sekam bakar dan eceng gondok. Alat-alat yang digunakan adalah handtractor, spet, cangkul, meteran, hand sprayer, gambor, timbangan duduk, serta alat tulis menulis. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Ada 2 faktor yang diteliti, yaitu jenis mulsa terdiri atas taraf yaitu mulsa jerami, sekam bakar dan eceng gondok, dan konsentrasi pupuk organik cair Super Bionik terdiri atas 3 taraf yaitu 2 cc/L air, 4 cc/L air dan 6 cc/L air. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah anakan pada umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah umbi per rumpun, bobot basah umbi per rumpun, bobot kering umbi per rumpun dan potensi hasil (ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis mulsa berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi per rumpun. Namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan umur 15, 30 dan 45 HST, bobot basah umbi per rumpun dan bobot kering umbi per rumpun dan potensi hasil (ton/ha). Pertumbuhan dan hasil bawang merah cenderung baik dijumpai pada perlakuan mulsa eceng gondok. Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair Super Bionik berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan umur 15, 30 dan 45 HST dan bobo t kering umbi per rumpun. Namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah umbi per rumpun, bobot basah umbi per rumpun dan potensi hasil (ton/ha). Pertumbuhan dan hasil lebih baik diperoleh pada perlakuan konsentrasi pupuk organik cair Super Bionik 2 cc/L air. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara perlakuan jenis mulsa dengan konsentrasi pupuk organik cair Super Bionik. Hal ini berarti bahwa perbedaan pertumbuhan dan hasil tanaman akibat berbagai jenis mulsa tidak tergantung pada konsentrasi pupuk organik cair Super Bionik, begitu juga sebaliknya.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK