<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128170">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN ALAT PENGERING ENERGI MATAHARI HIBRID UNTUK PENGERINGAN ASAM SUNTI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Novi Muliani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN  Asam Sunti berasal dari belimbing wuluh yang telah dikeringkan melalui tahap perendaman, penambahan garam dan pengeringan. Pengawetan belimbing wuluh menjadi asam sunti biasanya dilakukan dengan teknik pengeringan.  Aplikasi solar dryer pada pengeringan belimbing wuluh meliputi aspek yang  sangat penting yaitu: aspek pengeringan, namun dalam penelitian  ini  hanya  dibatasi pada pemanfaatan solar dryer untuk pengeringan belimbing wuluh segar  hingga sampai menjadi  asam sunti.  ini  Penelitian  bertujuan untuk mengetahui  kinerja dan karakteristik pengeringan belimbing wuluh dan mutu  Asam Sunti serta  menentukan biaya pokok pengeringan menggunakan solar dryer.  Adapun alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat pengering  solar dryer, oven, termometer, solarimeter, timbangan digital, anemometer,  dan  baskom. Bahan yang digunakan adalah belimbing wuluh yang berasal  Aceh Besar, bahan pengawet yang digunakan pada penelitian ini adalah garam dapur  dari  dan biomassa yang digunakan adalah arang kayu. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data dan analisis terhadap kecepatan udara, distribusi temperatur, distribusi kelembaban relatif, irradiasi, penurunan  air, asam, pH, Vitamin C, organoleptik, uji warna, kapasitas kerja alat, biaya pokok pengeringan. Dalam penelitian ini dilakukan 2 percobaan yaitu, percobaan I dan percobaan IH yang disebut dengan pengeringan I, dan pengeringan II. Hasil dari penelitian menunjukkan suhu rata-rata yang diperoleh dari ruang pengering pada pengeringan I dan pengeringan II sebesar 36,7C dan 40,5&quot;C dengan radiasi surya sebesar 652,48 W/m2 dan 723,40 W/m2 dan untuk kecepatan udara dalam ruang pengering lebih tinggi bagian rak I dan 2dari pada rak 3,4,5 dan 6 karena adanya penambahan kipas pada bagian rak I dan 2, namun kecepatan udara pada kipas tersebut tidak begitu besar sehingga  kadar  rak 3,4,5 dan 6 tidak mendapatkan aliran udara dari kipas secara merata. pH (derajat keasaman) rata-rata asam sunti  dari  pengeringan I diperoleh sebesar 1,75 dan pH dari pengeringan matahari sebesar 1,89 sedangkan untuk pH (derajat keasaman) rata-rata pengeringan II sebesar 1,64 dan pH (derajat keasaman) rata-rata pengeringan matahari sebesar 1,67. Untuk kandungan total asam rata-rata pengeringan l diperoleh nilai sebesar 3,54%  dan untuk pengeringan matahari rata-rata diperoleh nilai sebesar 3,55% sedangkan untuk pengeringan II nilai kandungan total asam rata-rata yang diperoleh sebesar 3,51% dan untuk pengeringan matahari sebesar 3,53%. Untuk kandungan vitamin  C rata-rata yang diperoleh dari pengeringan J sebesar 1,46 mg dan pengeringan  matabari sebesar 1,64 mg, untuk pengeringan  IJ  kandungan vitamin C rata-rata  yang diperoleh sebesar 1,17 mg dan pengeringan matahari sebesar 1,52 mg.  Penurunan kadar air untuk pengeringan matahari lebih cepat dibandingan ruang  pengering yang dikarenakan radiasi matahari yang masuk terhalang oleh bagian­  bagian ruang pengering. Asam Sunti yang dihasilkan pada pengeringan I memiliki nilai L (kecerahan) tertinggi 76.96 dan L terendah 67,94 yang berarti tingkat  kecerahan nya digolongkan ke dalam kategori terang, sedangkan nilai a (hijau) tertinggi pada pengeringan I di alat pengering  sebesar  14.39 dan nilai a (red)  terendah -0.84 dan nilai b (biru) tertinggi 29.03 dan b (biru) terendah 17.38. Sedangkan pada pengeringan II, nilai L (kecerahan) yang tertinggi adalah 82.13 dan L (kecerahan) terendah 70.49 yang berarti tingkat kecerahannya masih  digolongkan ke dalam kategori terang. Sedangkan nilai  (hijau) tertinggi pada pengeringan II di alat pengering sebesar 6.1 dan o (red) terendah  a  -5.59 dan nilai  b  (biru) tertinggi 40.16 dan b (biru) terendah 9.88. Waktu yang dibutuh untuk  pengeringan I dan pengeringan II tidak jauh  berbcda  yaitu pengcringan I  membutuhkan waktu pengeringan sebesar 16,5 jam perhari sedangkan untuk pengeringan II wak.tu yang dibutuhkan sebesar 14,5 jam perhari yang dimulai  dari  pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. Rata-rata kapasitas kerja alat solar dryer  untuk pengeringan a.sam sunti adalah 2,25 kg /jam. Rata-rata biaya pokok yang diperoleh untuk pengeringan asam sunti adalah sebesar Rp.6.250/kg.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOLAR ENERGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL EQUIPMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING FOODS</topic>
 </subject>
 <classification>631.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128170</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-19 10:39:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-05 15:35:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>