PENGARUH UKURAN PARTIKEL SUBSTRAT DAN PH TERHADAP PEROLEHAN GLUKOSA DARI JERAMI PADI DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH UKURAN PARTIKEL SUBSTRAT DAN PH TERHADAP PEROLEHAN GLUKOSA DARI JERAMI PADI DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE


Pengarang

Dedi Faisal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705105010053

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008

Bahasa

Indonesia

No Classification

572.565

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Minyak bumi adalah sumber energi yang tidak dapat diperbaharui dan diperkirakan akan habis suatu saat nanti. Tingginya harga minyak dunia menyebabkan harga bahan bakar minyak di dalam negeri juga meningkat. Oleh karena itu ketcrgantungan terhadap minyak bumi sudah seharusnya dikurangi dcngan cara mengembangkan sumber energi yang dapat diperbaharui seperti bioetanol. Salah satu sumber bahan baku bioenergi yang belum dimanfaatkan adalah jerami padi yang mengandung struktur selulosa yang kompleks, dan dapat dirubah menjadi struktur yang lebih sederhana. Selulosa dari jerami padi dapat diperoleh dengan perendaman menggunakan asam kuat dan dengan tekanan tinggi (pretreatment). Proses pretreatment bertujuan untuk menghilangkan kandungan lignin dan hemiselulosa. Tujuan penelitian ini adalah menghidrolisis selulosa menjadi glukosa dengan menggunakan enzim selulase. Pada penelitian sebelumnya (lrmayadani, 2010) glukosa yang diperoleh dari jerami padi dengan bantuan enzim selulase masih sangat rendah yaitu sebesar 59,4 mg/ml. Beberapa faktor yang diduga menyebabkan hal ini adalah tidak adanya pengontrolan pH selama proses inkubasi dan ukuran partikel substrat yang terlalu besar. Faktor yang diamati pada penelitian ini adalah ukuran partikel substrat dan pH. Ukuran partikel substrat biomassa jerami padi adalah 80 dan 100 mesh dan nilai pl-I larutan dibuat sesuai dengan variasi perlakuan yakni 4.2 : 4,8;5,5. Inkubasi dilakukan dengan menggunakan inkubator pada suhu 37° C selama 72 jam. Pada tahap I dilakukan pengukuran pH dan analisis glukosa (metode anthrone) dilakukan setiap 2 jam, 4 jam, 6 jam, 8 jam, 12 jam, 24 jam, 48 jam. dan 72 jam. Penelitian tahap 2 dilakukan kare na kondisi optimum proses pembentukan gula belum tercapai, maka proses pembentukan bioetanol dicoba kembali dengan memperpanjang waktu inkubasi hingga diperoleh glukosa yang optimum untuk kondisi perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kadar glukosa yang dihasilkan cenderung meningkat dengan semakin bertambahnya waktu inkubasi, namun setelah waktu 96 jam menurun setelah mencapai titik optimum. Perolehan glukosa dari ukuran partikel yang berukuran 100 mesh lebih tinggi dibandingkan dengan substrat yang berukuran 80 mesh. Ukuran partikel yang lebih kecil (100 mesh) menghasilkan luas permukaan yang lebih besar, sehingga memudahkan enzim untuk melakukan kontak dengan substrat dalam mengkonversi selulosa menjadi glukosa. Sedangkan perolehan glukosa yang dihasilkan dari larutan dengan nilai pH 5,5 lebih tinggi dibandingkan dengan yang dari larutan dengan pH 4.2 dan 4,8. Pengkondisian larutan dengan pH 5.5 diduga merupakan kondisi optimum untuk enzim selulase di dalam mengkonversi selulosa menjadi glukosa. Pada kondisi tahap I, perolehan glukosa tertinggi, 114,3 mg/ml, dihasilkan pada perlakuan ukuran partikel 100 mesh pada pH 5,5. Sedangkan pada kondisi tahap II. perolehan glukosa tertinggi, 193,4 mg/ml, dihasilkan pada perlakuan ukuran partikel 100 mesh pada pH 5,5.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK