ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA TRAKTOR DAN BIAYA DALAM PENGOLAHAN LAHAN SAWAH PASKA TSUNAMI DI KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA TRAKTOR DAN BIAYA DALAM PENGOLAHAN LAHAN SAWAH PASKA TSUNAMI DI KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM


Pengarang

Nasruddin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9851611498

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN Dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pcrtanian khususnya dalam produksi padi di daerah yang terkena imbas gempa dan tsunami di wilayah Aceh Besar, para pemberi bantuan umumnya jarang memperhatikan secara detail efektifitas dan efesiensi kerja alat dan mesin pertanian serta tinjauan ekonomis dalam merehabilitasi lahan pertanian, dan ini sangat mempengaruhi cepat lambatnya masyarakat korban tsunami untuk dapat bangkit dan membangun kembali lahan usaha mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkalkulasi kebutuhan dan ketersediaan tenaga traktor, efektifitas dan efesiensi kerja serta tinjauan ekonomis dalam pengolahan lahan sawah bagi tanaman padi beserta dampak sosial di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dengan menggunakan sample pada 5 desa dalam Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, dengan responden penelitian ini adalah para petani pengguna jasa traktor dan para pemilik jasa traktor, dengan menggunakan metode Klaster Proporsional untuk menetukan desa sample dan metode Sampel Acak Stratifikasi Proporsional untuk para respondcn pengguna dan pemilik jasa traktor. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa usaha jasa penyewaan traktor di kecamatan Lhoknga cukup memberikan peluang yang sangat baik, bila dilihat dari segi keuntungan yang diperoleh pertahunnya. Oleh karenanya menanam modal dengan menginvestasikan traktor untuk disewakan kepada para petani di kecamatan ini sangatlah baik dilakukan mengingat masih sangat dibutuhkan tenaga untuk pengolahan lahan yang harus dikerjakan untuk setiap tahunnya cukup luas. Dengan ketersedian traktor tangan sejumlah 26 unit dengan kapasitas daya efektif sebesar I95 HP (7,5 HP x 26 Unit) maka lahan yang dapat diolah dengan daya yang tersedia adalah 624 hektar/musim. Ini artinya dalam setiap tahun Lhoknga kekurangan tenaga sebesar 146 HP pertahun atau sebanyak 19 unit hand traktor dengan daya efektif 7,5 HP. Dengan total lahan yang tidak dapat ditangani dengan daya yang tersedia di Lhoknga seluas 466 hektar. Untuk jenis hand traktor yang tersedia di Kecamatan Lhoknga berupa hand traktor yanmar 8,5 HP, umumnya hanya digunakan untuk olah tanah II atau lahan sawah dengan irigasi teknis. Pada kondisi lahan sawah tadah hujan atau pada lahan sawah yang terkena imbas tsunami traktor jenis ini tidak efektif untuk digunakan sehingga perlu didatangkan traktor dari luar dengan daya lebih besar. Berdasarkan hasil penelitian BEP berada pada posisi 153 sampai 1.178, Ha/Thn dengan rata-ratanya sekitar 523 Ha/Thn. Variable Cost mulai 70,1 Ha sampai 383,28 Ha/Thn dengan rata-rata sebesar 294,97 Ha/Thn. Adapun laba antara Rp.201.803.200,- sampai Rp.563.641.000,- /Thn, dengan rata-rata keuntungannya sekitar Rp.341,889.800,- /Thn. Ini menunjukkan bahwa tidak ada satupun usaha jasa traktor yang mengalami kerugian. Analisis Usaha Tani budidaya padi sawah dengan luas lahan satu hektar dalam sekali produksi selama 140 hari adalah sebanyak 7 ton, ini merupakan hasil/produksi terbaik (mak.simal) jika harga Rp. 2.300,- maka petani memperoleh keuntungan Rp. 5.359.167/produksi, atau perharinya selama satu kali produksi petani memperoleh pendapatan Rp. 38.2 I5. Berdasarkan analisis usaha tani yang dilakukan Break Even Point Volume Produk dapat tercapai jika produksi budidaya padi sawah tersebut menghasilkan output sebesar 4.670 kg per hektar, sedangkan BEP. Harga Produk dihasilkan sebesar Rp. 1.534/kg, artinya Titik impas harga produk akan tercapai pada saat harga produk sebesar Rp. 1.534/kg, sedang koefisien perbandingan penerimaan dan biaya (R/C) 1,49 artinya jika R/C > I artinya usaha layak dilanjutkan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK