<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128139">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN GEL EKSTRAK DAUN SAGA (ABRUS PRECATORIUS L.) 10% TERHADAP JUMLAH SEL INFLAMASI AKUT ULKUS TRAUMATIKUS PADA MENCIT PUTIH JANTAN (MUS MUSCULUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairun Nisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ulkus merupakan suatu keadaan klinis dimana ditemukan adanya kehilangan jaringan epitel atau integritas epitel pada mukosa yang diakibatkan dari pengikisan permukaan jaringan yang terdalam dari jaringan epitel. Ulkus pada rongga mulutsalah satu penyebabnya karena trauma. Daun Saga (Abrus precatorius L.) adalah tanaman herbal yang memiliki efekaktivitas anti inflamasi, anti diabetes, dan anti mikroba yang memiliki kandungan seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Saga (Abrus precatorius L.) terhadap jumlah sel inflamasi yakni neutrofil, makrofag, dansel mast pada ulkus traumatikus hari ke-3 pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris dengan desain post test only control grup ini dibagi menjadi 3 kelompok yaitu, kelompok kontrol negatif, kelompok control positif, dan perlakuan masing- masing kelompok terdiri dari 4 mencit. Seluruh tikus dilakukan euthanasia pada hari ke-3 lalu dibuat preparat histologis untuk dilakukan pengamatan dan perhitungan jumlah sel inflamasi. Hasil uji Kruskal-Wallis pada makrofag memiliki nilai p = 0,240, uji One Way Anova pada neutrofil memiliki nilai p = 0,536, uji Kruskal-Wallis pada sel mast memiliki nilai p = 0,039 (p0,05. Rata-rata pada sel neutrofil lebih rendah dari kontrol negatif dan lebih tinggi dari kontrol positif, sel makrofag paling tinggi dibanding kontrol negatif dan kontrol positif, dan pada sel mast sama dengan kontrol positif dan lebih tinggi dari kontrol negatif, namun tidak berbeda signifikan.&#13;
&#13;
Kata kunci : Abrus precatorius L., neutrofil, makrofag, sel mast</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128139</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-17 13:44:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-19 09:53:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>