<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128126">
 <titleInfo>
  <title>NILAI ERITROSIT,  HEMOGLOBIN, HEMATOKRIT DAN LEUKOSIT KAMBING LOKAL YANG DIBERI RAGI DAN BAKTERI ASAM LAKTAT (RABAL).</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYAHZIDANE</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan suplemen mikrobial sangat penting, karena pakan yang diberikan pada ternak kambing berupa hijauan dengan kualitas rendah. Pakan tersebut dapat menyebabkan kurangnya penyerapan nutrisi oleh tubuh ternak, yang mengakibatkan kadar nutrisi dalam darah menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ragi dan bakteri asam laktat (RABAL) terhadap nilai eritrosit, hemoglobin, hematokrit dan leukosit kambing lokal. Penelitian ini menggunakan 9 ekor kambing lokal berjenis kelamin jantan dengan umur antara 8-12 bulan dan bobot badan 7,9-20,9 kg yang dipelihara secara semi-intensif. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 kelompok perlakuan dan 3 ulangan. Pemberian RABAL dengan dosis 3 ml dan 6 ml dilakukan setiap hari selama 28 hari secara oral pada pukul 13.00 WIB sebelum kambing dilepas dan dikandangkan kembali pada pukul 18.00 WIB. Penelitian ini menggunakan sampel darah yang diberi antikoagulan EDTA yaitu sebanyak 1-1,5 mg/ml darah. Darah diambil dari vena jugularis. Pemeriksaan hematologi menggunakan alat hematology analyzer. Data dianalisis menggunakan analisis varian satu arah. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan (P&gt;0,05) antara kelompok perlakuan. Profil darah kambing lokal yang didapat tanpa pemberian RABAL (P0) dan setelah pemberian RABAL dengan dosis 3 ml (P1) dan 6 ml (P2) secara berurutan meliputi rata-rata nilai eritrosit yaitu 2,94±0,42 x106/μl, 3,06±1,32 x106/μl dan 2,64±0,83 x106/μl, nilai hemoglobin yaitu 9,77±0,23 mg/dL, 8,77±1,36 mg/dL dan 9,13±1,21 mg/dL, nilai hematokrit yaitu 31,23±3,19%, 33,53±16,06% dan 27,80±5,91%, dan nilai leukosit yaitu 18,90±1,04 x103/μl, 17,17±2,81x103/μl dan 17,73±4,09x103/μl. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan pemberian RABAL dengan dosis 3 ml dan 6 ml tidak berpengaruh terhadap nilai eritrosit, hemoglobin, hematokrit dan leukosit pada kambing lokal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128126</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-16 20:01:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-19 09:42:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>