DESAIN MESIN PANEN KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN MATA PISAU TIPE ROTARI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DESAIN MESIN PANEN KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN MATA PISAU TIPE ROTARI


Pengarang

Fadli - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0805106010066

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kelapa sawit (Elaeis quineensis Jacq) merupakan tanaman perkebunan penting penghasil minyak makan, minyak industri, maupun bahan bakar nabati (biodiesel). Proses pemanenan yang efisien dapat dicapai apabila memenuhi dua faktor penting yakni, alat panen yang digunakan dan banyaknya pekerja dalam proses pemanenan tersebut. Proses panen kelapa sawit yang selama ini sering dijumpai di Indonesia khususnya di Aceh masih menggunakan cara manual seperti dodos dan egrek. Pemanenan kelapa sawit merupakan proses memotong tandan buah matang panen dan mengutip atau mengumpulkan brondolan. Kemudian mengangkat tandan buah beserta brondolnya ke tempat pengumpulan hasil (TPH). Cara panen manual ini lebih banyak membutuhkan tenaga kerja, sementara para petani sawit harus bekerja ekstra seiring produktivitas kelapa sawit yang semakin hari terns meningkat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain mesin panen kelapa sawit menggunakan mata pisau ripe rotari pada perkebunan kelapa sawit.
Pelaksanaan penelitian terdiri dari dari tiga tahap. Pertama, Peninjauan
lahan yang dilakukan dengan cara survey ke lahan tanaman kelapa sawit untuk mengetahui kondisi tanaman kelapa sawit. Kedua, Pengukuran dimensi kelapa sawit, proses ini dilakukan dengan cara mengukur tinggi tanaman kelapa sawit, sehlngga ukuran panjang mesin panen kelapa sawit yang didesain dapat disesuaikan dengan ukuran tanaman kelapa sawit di bawah 5 m. Alat yang digunakan pada pengukuran adalah meteran. Ketiga, peninjauan proses pemanenan.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh panjang maksimum batang 2,12 meter, sedangkan berat batang mesin panen kelapa sawit menggunakan mata pisau tipe rotari ini adalab 3,5 kilogram. Momen maksimum yang terjadi pada mesin panen ini adalah 8.95 N.m pada panjang batang 1,46 m tempat tumpuan tangan pada proses pemanenan. Tinggi tandan kelapa sawit yang diperoleh dari penelitian yaitu 2,5 - 3,05 m serta tinggi rata-rata adalah 2,71 m. Sudut puntir yang diperoleh pada perhitungan torsi poros transmisi adalah 0,17. Besarnya perhitungan sudut puntir di atas tidak termasuk dalam batasan defleksi puntiran yang telah ditetapkan, sehingga perlu disarankan untuk mengganti diameter poros pada mesin. Mekanisme kerja mesin ini adalah dengan sistem dorong, dimana untuk melakukan pemanenan mesin diarahkan pada tandan yang akan dipanen sesuai dengan ketinggiannya. Apabila tinggi batang pemanen dan tinggi tandan yang akan dipanen sudah sesuai, kemudian dilakukan pemotongan pelepah terlebib dahulu, setelah itu dilanjutkan dengan pemotongan tongkol tandan hingga tandan jatuh ke permukaan tanah.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK