ANALISIS PEMBERIAN SEKAM PADI PADA PENGOLAHAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN TRAKTOR RODA EMPAT TERHADAP PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA TANAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PEMBERIAN SEKAM PADI PADA PENGOLAHAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN TRAKTOR RODA EMPAT TERHADAP PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA TANAH


Pengarang

Dina Wahyuliana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705106010032

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN Perkembangan tanah yang dinamis selalu mengalami perubahan sifat fisika dan mekanika tanah, baik secara alami maupun akibat kegiatan manusia. Dibidang pertanian, pengolahan tanah dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman melalui perbaikan untuk porositas, pergerakan air dan penetrasi akar dalam profil tanah.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pemberian sekam padi pada beberapa taraf dan pengaruhnya terhadap sifat fisika dan mekanika tanah serta pertumbuhan tanaman sawi sebagai tanaman indikator.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober sampai November 2011 dikebun percobaan Gampong Lampuja Aceh Besar, Laboratorium Alat dan MesinTeknik Pertanian dan Laboratorium Fisika Tanah dan Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala.Areal yang digunakan meliputi 8(delapan) petakan lahan, masing-masing berukuran I0 m x 5 m. Ada empat petakan olah tanah dan empat petakan tanpa olah tanah dengan pemberian sekarn padi pada taraf yang berbeda dan penanaman sawi (Brassica juncea) sebagai tanaman indikator. Lokasi penelitian ini bertekstur liat, berstruktur perismaltik sebelum pengolahan tanah dan sesudah pengolahan tanah berstruktur gumpal bersudut pada ordo tanah entisol. Dari hasil penelitian kadar air (KA) tanah, bobot isi (bulk density) dan orositas pada setiap petakan tidak jauh berbeda. Kadar air sebelum pengolahan tanah yaitu 18%, sesudah pengolahan tanah kadar air meningkat berkisar 20%sampai 24% dan setelah panen berkisar 18% sampai 30%. Bobot isi (bulk density) sebelum pengolahan tanah yaitu 1.28 gr/cm3, sesudah pengolahan tanah bobot isi (bulk density) turun berkisar 125 gr/cm3 sampai 1.26 gr/cm, sesudah panenberkisar 1.20 gr/em'sampai 1.26 gr/cm3 dan porositas sebelum pengolahan tanahyaitu 44%, sesudah pengolahan tanah berkisar 43% sampai 53% dan setelah panen berkisar 44% sampai 54%.Tanpa pengolahan tanah, kadar air, bobot isi (bulk density) dan porositas tidak jauh berbeda. Kadar air sebelum tanam yaitu 18%, sesudah panen berkisar 16% sampai 26%, sedangkan bobot isi (bulk density) sebelum tanam 1.28 gr/cm'dan sesudah panen berkisar L.26 gr/cm3 sampai 1.32 gr/cm3dan porositas sebelumtanam 44%, sesudah panen berkisar 38% sampai 46%. Hasil uji alat penetrometer, tahanan penetrasi meningkat sebelum pengolahan tanah dan turun sesudah pengolahan tanah dan setelah panen, pemberian sekam padi pada taraf sekarn padi yang berbeda berpengaruh pada lapisa.n top soil dan tidak berpengaruh pada lapisan sub soil baik pada pengolahan tanah maupun tanpa pengolahan tanah.Uji pemadatan standar (Proctor test) menunjukkan kadar air optimum sebesar 33% dengan bobot isi kering maksimum 2.22 g/ cm'. Pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L) yang paling efektif pada petakan TRS3 dan ToS3 memiliki jumlah tanaman paling tinggi sedangkan petakan TRS3 dan ToS3 memiliki jumlah tanaman paling rendah.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK