<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128063">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN PEMBERIAN AIR DENGAN RENGGUNAKAN IRIGASI TETES TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Risha Ayu Hayruma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sawi   merupakan  jenis  sayuran   yang  sudah   sangat  dikenal  di   indonesia  maupun dunia. Tanaman yang termasuk ke dalam famili  Cruciferae ini diperkirakan  berasal dari cina dan telah dibudidayakan sejak 2.500 tahun yang lalu. Tanaman  ini  sangat  banyak  digemari  oleh  masyarakat,  hal  ini  ditandai  dengan  tingginya tingkat  permintaan  sawi  di  pasaran.  Tanaman  sayuran  ini  sangat  baik  diusahakan  di  daerah  yang beriklim dingin, air yang cukup (tidak  berlebihan), suhu berkisar antara  15 -25 °C,  dengan  kelembaban  optimum  80  -  90  %.  Cahaya  yang  kuat  dapat   merusak pertumbuhannya. Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 m -  1.200 m dpl. Namun  biasanya tanaman ini dibudidayakan didaerah yang ketinggian  l00 -500 m dpl.  &#13;
               Selama   bertahun-tahun   pengolahan    tanah   dilakukan   untuk   memperbaiki  struktur tanah, yang diyakini dapat meningkatkan mutu hasil pertanian. Namun  sampai  saat ini belum diketahui pasti tingkat pengolahan tanah yang paling dibutuhkan oleh  tanaman.  Perlakuan   pengolahan  tanah  pnda  penelitian  ini  diharapkan  dapat  sedikit  memberi   gambaran   tentang   pengaruh   beberapa    kondisi    strukstur   tanah   yang  dibutuhkan untuk menghasilkan tanaman sawi berkualitas baik. &#13;
               Penggunaan  irigasi  tetes  diharapkan  dapat  memberikan  suatu  alternatif baru bagi para petani,  guna menerapkan sistem tanam yang lebih efisien dan  menghemat  waktu  dan  biaya.  Irigasi  tetes  sendiri  merupakan  suatu  care  pemberian  air  dengan  jalan  meneteskan  air  metalui   pipa-pipa   secara  setempat  disekitar  tanaman   atau&#13;
larikan.  Cara  ini  lebih  menguntungkan  dibandingkan  cara  penyiraman  biasa karena  dapat  mengefisiekan   penggunaan  air,  karena  pada  metode  ini  hanya  membasahi  daerah sekitar perakaran saja, sehingga air yang  diberikan akan terserap cepat.&#13;
               Tujuan   penelitian   ini   adalah   menganalisa  pengaruh   pengolahan   tanah   dan penyiraman terhadap pertumbuhan tanaman sawi (brassica juncea) pada pengolahan dan  ukuran  partikel  tanah  yang  beTrbeda  serta  pada  intensitas  penyiraman  yang  berbeda.&#13;
              Penelitian   ini  menggunakan  metode  sub  sampling  Tancangan  acak  lengkap, dimana  akan  dipilih  3  sampel  secara  acak  dalam  satu  satuan  percobann  dengan  menggunakan  3 jenis  perlakuan  pengolchan  tanah,  yaitu  pengolchan  tanah  dengan  menggunakan bajak, pengolahan tanali dengan menggunakan bajak singkal kemudian&#13;
di lanjutkan dengan menggunakan cangkul, dan tanpa adanya pengolahan tanah sama  sekali.   Serta  dilakukan   pengujian  penyiraman  dengan  menggunckan   irigasi  tetes dengan  perbedaan   frekuensi   tetes  yaitu   10  tetes/menit.    20  tetes/menit  serta   30  totes/menit .&#13;
               Hasil  dari  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  laju  penyiraman  memberikan  pengaruh  yang  sangat  nyata  terhadap  pertumbuhan  tanaman  sawi,  dengan  alpha  sebesar    1%.    Dilihat    dari    tiap-tiap    sampel    yang    diambil,    perlakuan  dengan menggunakan laju penyiraman  10 tetes/menit   peda   pengolahan   tanah   dengan menggunakan    bajak  dan  dilanjutkan  dengan  menggunakan cangkul, dapat  direkomendasikan sebagai  pengolahan tanah dan  laju penyiraman yang terbaik bagi pertumbuhan tanaman sawi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128063</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-16 11:45:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-16 11:45:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>