PENGARUH PEMBERIAN AMPAS TEBU TERHADAP KOMPOSISI PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR SILASE RUMPUT GAJAH (PENNISETUM PURPUREUM) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMBERIAN AMPAS TEBU TERHADAP KOMPOSISI PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR SILASE RUMPUT GAJAH (PENNISETUM PURPUREUM)


Pengarang

Agusbudiman - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9851411451

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PENGARUH PEMBERIAN AM PAS TEBU TERHADAP KOMPOSISI PROTEIN DAN SERAT KASAR SILASE RUM PUT GAJAH (Peninisetum purpureum) OLEH: AGUS BUDIMAN
ABSTRAK
Suatu penelitian mengenai pengaruh pemberian ampas tebu terhadap komposisi protein dan serat kasar silase rumput gajah (Pennisetum purpureum) telah dilaksanakan di kebun percobaan Jurusan Peternakan, Fakultas pertanian. Universitas Syiah Kuala. Analisis kimia dilakukan di Laboratorium Makanan Ternak Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2005 sampai dengan tanggal 20 September 2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas tebu terhadap komposisi protein kasar, serat kasar, bahan kering serta derajat keasaman (pH), pada silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Bahan yang digunakan adalah Rumput Gajah (Pennisetum purpureum), Ampas Tebu (Sacharum officinarum). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 lima perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan A : 3000 gr rumput tanpa pemberian ampas tebu, perlakuan B : + 3000 gr rumput 60 gr ampas tebu (2%), perlakuan C : 3000 gr rumput + 120 gr ampas tebu (4%), perlakuan D : 3000 gr rumput + 180 gr ampas tebu (6%), dan 240 gr ampas tebu (8%). Data yang diperoleh dianalisa dengan analisis sidik ragam dan bila perlakuan menunjukkan perbedaan, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Variabel yang diamati yaitu persentase protein kasar, serat kasar, bahan kering serta derajat keasaman (pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ampas tebu 8% mengakibatkan kenaikan protein kasar, bahan kering dengan sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK