ANALISIS EKONOMI PEMELIHARAAN AYAM KAMPUNG DAN HASIL SILANGAN DENGAN AYAM ARAB PETELUR YANG DIBERI RANSUM DENGAN LEVEL PROTEIN BERBEDA PADA FASE PRODUKSI PERTAMA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS EKONOMI PEMELIHARAAN AYAM KAMPUNG DAN HASIL SILANGAN DENGAN AYAM ARAB PETELUR YANG DIBERI RANSUM DENGAN LEVEL PROTEIN BERBEDA PADA FASE PRODUKSI PERTAMA


Pengarang

Endi Fauzan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9751411524

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Suatu penelitian yang berjudul "Analisis Ekonomi Pemeliharaan Ayam Kampung Dan Hasil Silangan Dengan Ayam Arab Petelur Yang Diberi Ransum Dengan Level Protein Berbeda Pada Fase Produksi Pertama" telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Peternakan Divisi Laboratorium Ternak Unggas, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dari tanggal 20 April sampai 20 Juni 2004. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomis pemeliharaan ayam kampung petelur dan ayam ARKAM (Ayam hasil persilangan ayam Arab dengan ayam Kampung) yang diberi ransum 16, 18, 20% protein. Materi yang digunakan sebanyak 48 ekor ayam kampung dan ayam ARKAM petelur, materi dibagi secara acak ke dalam tiga perlakuan ransum, dan tiap perlakuan terdiri dari empat ulangan, tiap ulangan terdiri dari dua ekor ayam kampung dan ayam ARKAM. Perlakuan ransum yaitu :R, (ransum dengan level protein 16 %), R (ransum dengan level 18 %), R% (ransum dengan level 20 %). Parameter yang diamati meliputi biaya produksi, tenaga kerja, penerimaan/keuntungan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Perhitungan Break Even Point (BEP) dan BC Ratio dengan formulasi menurut (Mubyarto dan Sunarto, 1980). Dari hasil analisa diketahui bahwa ayam kampung yang diberikan ransum dengan level protein 16,18 dan 20%, memperlihatkan jumlah produksi telur masing-masing ransum perlakuan : 16% (167 butir), 18% (202 butir), 20% (207 butir), untuk ayam ARKAM, jumlah produksi telur masing-masing ransum perlakuan : 16% (293 butir), 18% (353 butir), 20% (362 butir). Nilai BC Ratio untuk ayam kampung dan ayam ARKAM masing-masing sebagai berikut : ayam kampung adalah : R, (1,02), R2 (1,12) dan R% (1,14) dan ayam ARKAM adalah : R, (1,31), R (1,47), R (1,49). Dari hasil perhitungan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa tiga macam ransum tersebut layak untuk diusahakan karena memberi keuntungan atau nilai BCR > 1, sesuai dengan kaidah keputusan bahwa, B/C > 1, maka usaha tersebut layak (layak). Namun yang lebih layak adalah ransum dengan level protein 18% (BCR = 1,12) dan level protein 20% (BCR= 1,14) ; untuk ayam kampung ; sedangkan untuk ayam ARKAM semua ransum layak.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK