<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127988">
 <titleInfo>
  <title>UJI ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) ASAL DARUSSALAM BANDA ACEH TERHADAP JAMUR DERMATOFITA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fanny Caesara Azis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Dermatofitosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kolonisasi jamur dermatofita seperti &#13;
Microsporum dan Trichophyton sp. yang menyerang jaringan berkeratin seperti stratum korneum &#13;
kulit, rambut, dan kuku. Pengobatan dermatofitosis umumnya menggunakan obat antifungi melalui &#13;
jalur oral atau topikal, yang dapat memiliki efek samping jika digunakan secara terus-menerus. Daun &#13;
asam jawa (Tamarindus indica) diketahui memiliki senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai &#13;
antifungi, antibakteri, dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas &#13;
antifungi ekstrak etanol daun asam jawa (T. indica) asal Darussalam Banda Aceh terhadap jamur&#13;
Trichophyton rubrum. Metode pengujian antifungi menggunakan metode disk diffusion Kirby &#13;
Bauer. Sampel yang digunakan adalah ekstrak etanol daun asam jawa dan jamur T. rubrum. Hasil &#13;
penelitian ini menunjukkan terbentuknya zona hambat pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40% &#13;
secara berturut-turut yaitu 9,63 mm, 9,66 mm, 18,21 mm, dan 19,51 mm. Pada kontrol negatif &#13;
aquades yang diujikan terhadap jamur T. rubrum tidak menunjukkan terbentuknya zona hambat pada &#13;
media, sedangkan pada kontrol positif antibiotik griseofulvin terbentuk zona hambat sebesar 21,92 &#13;
mm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun asam jawa (T. indica) memiliki &#13;
aktivitas antifungi terhadap jamur T. rubrum dan konsentrasi yang efektif yaitu pada konsentrasi&#13;
40%. &#13;
Kata Kunci : Daun asam jawa, dermatofitosis, dan Trichophyton rubrum&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127988</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-15 14:44:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-15 14:52:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>