Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
AKTIVITAS ANTIJAMUR MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (CYMBOPOGON NARDUS) TERHADAP PENICILLIUM SP. DAN TRICHODERMA SP.
Pengarang
Ikhwan - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0705105010035
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN Minyak atsiri telah lama diketahui mempunyai senyawa yang bersifat racun terhadap jamur. Merujuk pada basil penelitian lstianto et al., (2001). minyak atsiri mempunyai potensi yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan lebih jauh sebagai alternatif teknologi pengendalian anti jamur yang aman bagi lingkungan dan konsumen. Dalam penelitian ini akan diuji aktivitas anti jamur miyak sereh wangi terhadap pertumbuhan jamur Penicillium sp. dan Trichodermasp. Konsentrasi minyak sereh wangi yang digunakan sangat menentukan keefektifan minyak sereh dalam menghambat pertumbuhan kedua jamur yang akan diuji. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas anti jamur minyak atsiri sereh wangi dengan melihat variabel konsentrasi minyak atsiri dari sereh wangi dan jenis isolate jamur. Falctor yang digunakan pada penelitian ini adalah konsentrasi minyak sereh wangi dan jenis isolat jamur. Konsentrasi minyak sereh wangi yang digunakan adalah: K, = 10 L, K = 14 L, dan K,= 18 L dan jenis jamur yang digunakan adalah Penicillium sp. (J) dan Trichoderma sp. (J). Hasil penyulingan minyak sereh wangi diperoleh rendemen sebesar 0,86% (v/w). Hasil analisisminyak sereh wangi dengan menggunakan GC-MS terdapat I6 komponen kimia penyusun minyak sereh wangi yang dapat teridentifikasi yaitu komponen kimia penyusun minyak sereh wangi persentase terbesar berdasarkan persentase area adalah sitronellal (51,41%), geraniol (20,06%), sitronellol (11,01%), elemol(3,87%), dan limonen (2,53%). Konsentrasi minyak sereh wangi I8 L menghasilkan rata-rata diameter daerah hambat terbesar pada kedua jamur dan berbeda nyata jika dibandingkan dengan konsentrasi minyak sereh wangi yang lain untuk jamur Penicillium sp. tetapi berbeda tidak nyata jika dibandingkan dengan konsentrasi minyak sereh wangi I4 L untuk jamur Trichoderma sp. tetapi berbeda nyata jika dibandingkan dengan konsentrasi minyak sereh wangi 0 L Hasil Uji BNToor pengaruh konsentrasi minyak sereh wangi dan jenis isolat jamur terhadap diameter daerah hambat menunjukkan terjadi peningkatan diameter daerah hambat pada jamur Penicillium sp. dengan semakin tinggi konsentrasi minyak sereh wangi yang digunakan. Pada konsentrasi 10 pLdiameter daerah hambat Penicillium sp. berbeda nyata dengan konsentrasi 14 pL dan konsentrasi 18 L. Untuk jamur Trichoderma sp. diameter daerah hambat pada konsentrasi I0 pL berbeda tidak nyata dengan konsentrasi I4 pL tetapi berbeda nyata dengan konsentrasi I8 L, sedangkan diameter daerah hambat konsentrasi 14 L berbeda tidak nyata dengan konsentrasi 18 L.
Tidak Tersedia Deskripsi
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (CYMBOPOGON NARDUS L.) TERHADAP ISOLAT KLINIS STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO (MAYA RISKA, 2015)
AKTIVITAS ANTIJAMUR MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (CYMBOPOGON NARDUS) TERHADAP PENICILLIUM SP. DAN TRICHODERMA SP. (Ikhwan, 2024)
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR MINYAK ATSIRI SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS (L.) RENDLE) TERHADAP CANDIDA ALBICANS ISOLAT KLINIS (ADELIA NURFANI, 2021)
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS (L.) RENDLE) TERHADAP STREPTOCOCCUS MUTANS ISOLAT KLINIS (ANNISA GUSFANY, 2023)
POTENSI MINYAK SEREH WANGI (CYMBOPOGON NARDUS L.) DAN MINYAK PALA (MYR;STICA FRAGRANS BOUTT.) SEBAGAI INSEKTISIDA HAYATI NYAMUK AEDES AEGYPTI (Rahmad Andria, 2022)