TATA KELOLA DALAM PEMELIHARAAN ASET GAMPONG DENGAN PENERAPAN GOOD GOVERNANCE DI GAMPONG LAM REH KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TATA KELOLA DALAM PEMELIHARAAN ASET GAMPONG DENGAN PENERAPAN GOOD GOVERNANCE DI GAMPONG LAM REH KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Alfinur - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Helmi - 198804272023211018 - Dosen Pembimbing I
Nofriadi - 198911032024211001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2010104010019

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Gampong Lam Reh memiliki prinsip dasar yang belum sepenuhnya dilaksanakan oleh Keuchik dan Perangkat Gampong dalam pengelolaan aset desa. Prinsip kepastian nilai dimana seharusnya setiap aset desa yang ada harus dipelihara dan dimaksimalkan fungsinya justru dibiarkan terbengkalai dengan kondisi yang memprihatinkan. Hal tersebut merupakan kesalahan dalam upaya tata kelola aset desa dimana seharusnya aset desa dimanfaatkan dengan maksimal sehingga mampu menjadi penunjang dalam berjalannya pemerintahan Gampong dan dapat menyumbang Pendapatan Asli Gampong justru dibiarkan terbengkalai. Oleh karena itu, jika ditemukan adanya aset desa yang tampak terbengkalai dan tidak terawat dengan baik berarti ada indikasi kesalahan dalam tata kelola aset desa yang mana hal tersebut merupakan kewenangan penuh Keuchik dan Perangkat Gampong setempat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset dalam pemeliharaan berdasarkan paradigma Good Governance di Gampong Lam Reh, serta faktor penghambat pengelolaan aset dalam pemeliharaan dengan paradigma Good Governance di Gampong Lam Reh Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas di Gampong Lam Reh dalam melakukan pemeliharaan aset belum optimal di karenakan masih ada nya aset yang tidak di pelihara dengan baik, salah satunya dari pertanggungjawaban aparatur Gampong dalam memelihara aset rumah sewa. Adapun faktor penghambat dalam tata kelola dalam pemeliharaan aset yaitu masih kurangnya Sumber Daya Manusia, pengetahuan teknis, keuangan, infrastruktur dan kesadaran dari pemerintah Gampong Lam Reh untuk melakukan pemeliharaan aset yang efektif. Di harapkan pemerintah memberikan pelatihan dan pendidikan tentang Good Governance, meningkatkan infrastruktur yang di perlukan dan membangun mekanisme monitoring dan evaluasi.
Kata Kunci: Tata Kelola Aset, Pemeliharaan Aset, Gampong Lam Reh, Good Governance

Gampong Lam Reh has a basic principle that Keuchik and Devices have not fully implemented in the management of the village's assets. The principle of value certainty in which every existing village asset should be preserved and maximized its function is left to be neglected under conditions of concern. This is a mistake in the attempt to administer the assets of the village where the village assets should be maximized so that they can be supported in the course of the Gampong government and can contribute to the original income of the gampong. Therefore, if there is a village asset that appears to be abandoned and not properlyined means there is an indication of errors in the management of the asset in the village which is the full authority of the Keuchik and the local Gumpong Devices. The objective of this research is to find out the transparency and accountability of asset management in maintenance based on the Good Governance paradigm in Gampong Lam Reh, as well as the inhibitory factors in the management of assets in maintenance with the Good Governance paradigma in Darussalam district of Banda Aceh. The method used is a descriptive qualitative approach with observations, interviews, and documentation. The results of this study show that the transparency and accountability of Gampong Lam Reh in carrying out the maintenance of assets is not optimal because there are still assets that are not wellined, one of the responsibilities of the appliances of Gammong inining the assets of rental houses. It is expected that the government will provide training and education on Good Governance, improve the necessary infrastructure and establish monitoring and evaluation mechanisms. Keywords: Asset Management, Asset Maintenance, Gampong Lam Reh, Good Governance

Citation



    SERVICES DESK