Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KARARTERISASL KITOSAN ASAL LIMBAH KULIT UDANG DI BANDA ACEH
Pengarang
Safitri Lani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0605105010013
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kitosan merupakan senyawa hasil dcasetilasi kitin, terdiri dari unit N-asetil glukosamjn dan N glukosamin. Adanya gugtis reaktif amino pada atom C-2 dan gugus hidroksil pada atom C-3 dan C-6 pada kitosan bermanfaat dalam aplikasinya yang Iuas diberbagai industri, seperti bidang farmasi, biokimia, bioteknologi, kosmetika, biomedika, industri kertas, industri pangan, industri tekstil, dan lain-lain. Pemanfaatan tersebut didasarkan atas sifat- sifanya yang dabat digunakan sebagai pengemulsi, koagulasi, penckelat, dan penebal emulsi. Selain itu kitosan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti formalin yang berfungsi untuk mengawetkan makanan yang relatif aman untuk dikonsumsi (Muzarelli, 1985).
Aplikasi kitin dan kitosan di berbagai bidang sangat ditentukan oleh karakeerisasi mutu keduanya yang meliputi derajat deasetilasi, kelarutan. viskositas, dan berat molekul. Untuk itu maka penelitian ini sangat penting
dilakukan sehingga pemanfaatan limbah khususnya kulit udang menjadi produk bemi lai ekonomis dapat di lakukan secara maksimal.
Kualitas dan penggunaan produk kitosan terutama ditentukan dari seberapa besar derajat deasetilasinya. Derajat deasetilasi pada pembLiatan kitosan bervariasi tergantung pada bahan dasar dan kondisi proses seperti konsentrasi larutan alkali, suhu, dan waktu (Suhardi, 1993). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum suhu dan waktu proses deasetilasi dari kitin limbah kulit udang menjadi kitosan.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunckan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola 3 x 4 dengan dua faktor. Faktor I yaitu suhu pemanasan (S) pada proses deasetilasi yang terdiri atas 4 taraf, yaitu : Sl = 60°C, S2 = 70°C , S3 =
80°C dan S4 = 90°C. Faktor 11 yaitu waktu pemanasan (L) pada proses dcasetilasi yang terdiri dari 3 taraf yaitu : Ll = 40 menit, L2 = 60 menit, L3 = 80 menit. Kombinasi perlakuan adalah 3 x 4 = 12, dengan menggtunakan 2 (dua) kali
ulangan, sehingga diperoleh 24 (dua puluh empat) satuan percobaan. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah : kadar air, kadar abu, rendemen, kelarutan, viskositas intrinsik, berat molekul dan derajat deasetilasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu pemanasan dan lama pemanasan pada proses deasetilasi berpengaruh sangat nyata (P
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH KITOSAN TERSULFONASI DARI KULIT UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) PERAIRAN ACEH TERHADAP PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS (NINDYTHA HALIDZYA FEBA, 2024)
KITOSAN DARI KULIT UDANG SEBAGAI PENDETEKSI BAHAN BERBAHAYA BORAK PADA MIE BASAH, FORMALIN PADA TAHU DAN MERKURI PADA IKAN SEGAR (Wahyu Giatri Bharita, 2018)
PENGARUH KITOSAN TERSULFONASI DARI KULIT UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) PERAIRAN ACEH TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (GHALDA WAFIYYAH, 2024)
PENGARUH KITOSAN DARI KULIT UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) PERAIRAN ACEH TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS PADA BERBAGAI KONSENTRASI. (Siti Lola Istiqamah, 2024)
PENGARUH KITOSAN TERSULFONASI DARI KULIT UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) PERAIRAN ACEH TERHADAP PERTUMBUHAN PORPHYROMONAS GINGIVALIS PADA BERBAGAI KONSENTRASI (NABILAH AMALIA, 2024)