<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127932">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN DEBIT SALURAN TANAH DAN SALURAN  LANING  TERHADAP  EFISIENSI  PENYALURAN  AIR PADA  SALURAN TERSIER DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Surya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu upaya untuk  menanggulangi  masalah  kekeringan  adalah dengan meningkatkan  efisiensi baik pada tingkat pengelolaan maupun pada tingkat pemanfaatan. Peningkatan efisiensi tersebut akan memberi peluang untuk mengalokasikan  air  bagi  keperluan   sektor  lain  tanpa   mengurangi  pemenuhan irigasi. Tinggi rendahnya efisiensi suatu tingkat efisiensi penyaluran air irigasi tergantung  dari  besar  kecilnya  kehilangan  air selama  penyaluran.  Kehilangan  air terjadi   karena  dua  cara  yaitu   berupa  uap  yang   terjadi   melalui  evaporasi  dan kehilangan   air  melalui   rembesan   (seepage)  dan   bocoran   samping   (leakage). Pengukuran  kehilangan  air  pada  saluran  ini  dapat- dilakukan  dengan  mengukur debit   air   yang   mengalir   pada   saluran   tersebut.   Pengukuran   debit  air   dapat dilakukan  secara  langsung dengan  menggunakan  sekat ukur maupun  secara  tidak langsung    dengan    alat   ukur.   Metode   yang   paling   sering   digunakan    untuk pengukuran kehilangan  air adalah  metode  inflow-outflow dengan  cara memasang alat ukur  Current  Meter  pada  kedua  ujung saluran.  Saluran  yang  dipilih  adalah saluran laning dan saluran tanah.&#13;
Tujuan  penelitian  ini  membandingkan   debit  yang  mengalir  pada  saluran&#13;
tanah  dengan  saluran  laning  serta  mengetahui   efisiensi  penyaluran   air  saluran laning dan tanah pada petak tersier daerah irigasi Krueng Aceh. Sehingga dapat menunjang  langkah-langkah peningkatan efisiensi  penyaluran  air  irigasi di masa yang akan datang.&#13;
Penelitian    ini   menggunakan    alat   ukur  Current   Meter   tipe   Propeller. Pengukur an  kecepatan   menggunakan   tiga  titik   yaitu   0,2,  0,6  dan  0,8  dengan panjang saluran  80 meter. Tinggi muka air pada saluran  laning 0,8 meter dan 0,65 meter   serta   tinggi  muka   air  pada   saluran   tanah   0,7  meter   dan   0,55   meter. Pengolahan    data    hasil   pengukuran    dilakukan    dengan    memakai   persamaan Manning.  Pengumpulan   data  dimulai   dengan   mencatat   data  primer  yang  ada dilapangan  selanjutnya  dilakukan  perhitungan  kecepatan  aliran,  luas  penampang basah dan selisih debit pada debit masuk (Qin) dan debit keluar (Qout) untuk mengetahui  kehilangan  air selama penyaluran,  persentase  efisiensi penyaluran  dan laju debit.&#13;
Kecepatan  aliran disetiap titik dihitung  berdasarkan jumlah putaran baling-baling selama periode waktu  tertentu. Berdasarkan  data kecepatan  dapat diketahui tingkat  kehilangan   air.  Kehilangan  air  yang  paling  tinggi  terjadi  pada  saluran tanah  yaitu  0,196  m/dt  dengan  ketinggian  permukaan   air  0,55  meter  dan  yang terendah  pada  saluran  laning yaitu  0,086  m/dt denagn  tinggi  permukaan  air 0,65 meter. Pada  saluran  laning  dan  tanah  terjadi perbedaan  kecepatan  kehilangan  air yang  begitu   besar.  Hal   ini  disebabkan   oleh  rembesan   (seepage)  dan  bocoran (leakage).&#13;
Saluran yang diteliti merupakan  saluran berbentuk trapesium  sehingga  luas penampang basah saluran laning berbeda dengan saluran tanah karena adanya perbedaan   tinggi  muka  air.  Pada  saluran   laning  persentase  kehilangan   air  saat penyaluran sangat rendah sehingga efisiensi penyaluran sangat tinggi  yaitu 94,54 persen dengan tinggi permukaan  air 0,65 meter, sedangkan persentase kehilangan air yang terbesar terdapat pada saluran tanah sehingga efisiensi penyaluran sangat rendah  yaitu  75 persen  dengan  tinggi  muka air  0,55  meter. Tingkat  efisiensi penyaluran air irigasi ditentukanoleh besarnya kehilangan air selama penyaluran, dimana semakin besar persentase kehilangan air maka akan semakin rendah efisiensi penyaluran air dan  semakin kecil persentase kehilangan air maka akan &#13;
semakin tinggi efisiensi penyaluran air tersebut.&#13;
Laju  debit  terhadap  kekasaran dinding  saluran  dapat  diketahui  dengan menggunakan rumus Manning.  Debit yang paling kecil  pada saluran tanah  1,37&#13;
m3/dt  dengan tinggi permukaan air 0,55 meter dan debit yang paling besar pada&#13;
saluran laning 5,7 m3/dt dengan tinggi permukaan air 0,8 meter.  Perbandingan debit yang  sangat  besar  antara  saluran  laning  dan  saluran tanah  memberikan pengaruh yang begitu besar pula terhadap persentase efisiensi penyaluran. Hal ini terjadi karena semakin besar laju debit berati kecepatan jumlah aliran air semakin besar sehingga persentase pennyaluran air semakin besar pula.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127932</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-14 16:29:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-14 16:29:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>