<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127861">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PEMBIAYAAN (STUDI KASUS PADA BAITUL QIRADH DI ACEH BEAR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Azizah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Pengendalian intern diarahkan pada pencapaian tujuan dalam kategori yang saling tumpang tindih dari pelaporan keuangan, kepatuhan, dan operasi. Baitul Qiradh sebagaiplembaga keuangan syariah dalam skala yang paling kecil memiliki risiko pembiayaan yang relatif lebih tinggi dari lembaga keuangan konvensional, semestinya dituntut untuk pmenerapkan sistem pengendalian intern secara lebih ketat agar dapat mengantisipasi risiko pterhadap kegiatan pembiayaan yang dilakukan. Subyek penelitian ini adalah baitul qiradh-baitul qiradh yang ada di Aceh Besar yang berjumlah lima objek. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner, wawancara dan data sekunder. Selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penerapan sistem pengendalian pintern pada BQ-BQ yang ada di Aceh Besar masih lemah sehingga risiko yang akan timbul pada pembiayaan mereka akan lebih besar, hal ini dapat dilihat untuk sebagian BQ masih ditemukan adanya perangkapan tugas sementara dalam fungsi pemasaran dan juga pencatatan. Hal ini disebabkan karena keterbatasan jumlah karyawan, dana untuk menggaji karyawan, dan karyawan yang cuti. Selain itu, manajemen BQ-BQ Aceh Besar sebagian besar tidak memiliki standar yang jelas khususnya untuk kegiatan pembiayaan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127861</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-13 15:14:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-13 15:14:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>