PEMBUATAN ROTI MANIS DENGAN VARIASI RASIO TERIGU DAN PASTA LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) SERTA KONSENTRASI RAGI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMBUATAN ROTI MANIS DENGAN VARIASI RASIO TERIGU DAN PASTA LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) SERTA KONSENTRASI RAGI


Pengarang

Al-Muzakkir Zam Zami - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0405105010004

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN Roti merupakan salah satu makanan yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Bahkan di kalangan remaja dan anak-anak, peran makanan itu mulai menggeser peran nasi sebagai sumber karbohidrat utama. Roti juga dapat diperkaya dengan penambahan serat, omega-3 dan zat gizi lainnya yang berfungsisebagai penangkal berbagai penyakit degeneratif.Salah satu bahan baku roti yang utama adalah tepung terigu, yang masih diimpor dari luar negeri. Ketergantungan Indonesia pada impor terigu mencapai 3,5 juta ton per tahun. Salah satu alternatif yang ditempuh agar dapat mengurangi ketergantungan impor terigu adalah dengan melakukan diversifikasi pangan seperti dengan memanfaatkan labu kuning. Untuk mendukung diversifikasi labukuning menjadi produk olahan labu kuning, maka labu kuning diolah menjadi tepung atau pasta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio pasta labu kuning dan konsentrasi ragi terhadap karakteristik roti manis.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) polafaktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor pertama adalah rasio penggunaan tepung terigu dan pasta labu kuning (), yang terdiri atas 3 (tiga) taraf yaitu RI = 80:20, R2 = 70:30, R3 60:40. Faktor kedua adalah konsentrasi ragi (K), yangterdiri atas 3 (dua) taraf yaitu KI = 3,2% (perberattotal). Analisis dilakukan terhadap pasta labu kuning dan produk roti manis. Pada pasta labu kuning, analisis yang dilakukan analisis kadar air, kadarp-karoten, dan kadar pati. Analisis yang dilakukan terhadap roti manis meliputi analisis kadar air, kadar abu, volume spesifik setelah pemanggangan, sifat organoleptik (warna,aroma, rasa, dan tekstur) dan 3- karoten roti manis yang dihasilkan. = 1,6%, K2 = 2,4% dan K3 =Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan terhadap rasio penggunaan tepung terigu dan pasta labu kuning (R) memberi pengaruh tidaknyata (P>0,05) terhadap kadar air, kadar abu, volume roti manis setelah pemanggangan, organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur roti manis yang dihasilkan. Perlakuan konsentrasi ragi (K) memberi pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar air, kadar abu, dan organoleptik warna roti manis yangdi hasilkan. Perlakuan interaksi rasio penggunaan tepung terigu dan pasta labukuning dengan konsentrasi ragi (RK) memberi pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar air, volume roti setelah pemanggangan, organoleptic (warna, aroma, rasa dan tekstur) roti manis yang dihasilkan. Perlakuan konsentrasiragi (K) berpengaruh nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK