<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127846">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PEMBERIAN  JERAMI  TERHADAP PEMADATAN TANAH AKIBAT LINTASAN TRAKTOR RODA DUA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ida Fitria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>fakultas teknik pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ida Fitria (9951611877). Analisis Pemberian Jerami Terhadap Pemadatan Tanah Akibat Lintasan Traktor Roda Dua. Pembimbing Utama: Ichwana,ST,MP Dan Pemhimhing Anggota: Muhammad Idkham,S. TP,M.Si&#13;
  ABSTRAK &#13;
 Pengolahan tanah selalu mengalami perubahan sifat fisik tanah, baik  secara alami ataupun akibat kegiatan manusia tanpa menerapkan teknik  pengolahan tanah yang sesuai akan menyebabkan kerusakan tanah. Dapat dikatakan bahwa hancurnya sebagian agregat tanah tersebut adalah akibat daya  rusak alat-alat pengolahan tanah, memang setiap perlakuan pada tanah akan  menghancurkan agregasi akan tetapi dengan menerapkan teknik pengolahan yang  sesuai menurut kehalusan yang perlu dilakukan, maka keadaan tingkat kerusakan  akan dapat dikurangi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik jerami padi terhadap pemadatan tanah akibat intensitas lintasan traktor  roda 2, terhadap kadar air tanah, Bulk Density, tahanan penetrasi dan uji Proctor.  penelitian ini dilakukan di lahan sawah Desa Miruek Taman Kecamatan  Darussalam Kabupaten Aceh Besar dan laboratarium prodi ilmu tanah Fakultas pertanian Universitas Syiah kuala Darussalam Banda Aceh dan berlangsung dari bulan januari sampai dengan bulan Mei 2006.  Areal yang digunakan selama penelitian meliputi 6 petakan masing­  masing dengan luas 20 x 8 m. Dimana 3 petakan tanpa perlakuan dan 3 petakan  mendapatkan perlakuan lintasan. Perlakuan penelitian ini  terdiri  dari dua macam  perlakuan yaitu: perlakuan terhadap dosis jerami (J) dan perlakuan terhadap jumlah lintasan (L). Masing-masing perlakuan dikombinasikan dan dilakuakan  dalam 3 kali ulangan perlakuan dosis jerami yang diberikan meliputi 3 taraf yaitu  tanpajerami (J0), pemberian jerami 10 Ton/Ha (JI), pembcrianjerami 20 Ton/Ha (J2).Perlakuan intensitas lintasan roda traktor terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa  lintasan (LO), 3 kali lintasan (L3) dan 5 kali lintasan (L5).Pengaruh kedua  macam perlakuan tersebut terhadp tingkat pemadatan tanah yang terjadi diamati  pada tiap selang kedalaman 0-25 cm dan 25 -50 cm.  Hasil penel.itian ini menunjukkan bahwa pada pcmberian jerami 20  Ton/Ha kadar air lebih tinggi, karena jerami banyak mengikat air dan juga jerami  dapat menguranggi kepadatan tanah, Selanjutnya pemberian jerami 10 Ton/Ha  dan 20 Ton/Ha dapat menguranggi laju peningkatan tahanan penetrasi dan Bulk Density tanah. Sedangkan pada uji proctor tanpa pemberian jerami nilai kadar air optimum sebesar 18% dengan bcrat isi kering maksimum 2.16 gr/cm. pada  penambahan jerami IO Ton/Ha nilai kadar air optimum sebesar 20% dengan berat  isi kering maksimum sebesar 2.16 gr/cm' dan penambahan jerami 20 Ton/Ha nilai  kadar air optimum sebesar 17% dengan berat isi kering maksimum sebesar 2.16  gr/em'. Dengan demikian nilai Dry Bulk Density tanpa jerami, pemberian jerami dan  I0 Ton/Ha  pemberian jerami 20 Ton/Ha berat isi kering  maksimum  nilainya konstan  yaitu:  2.16  gr/cm.  Berarti nilai ini merupakan nilai yang sesuai untuk  tanaman.  Hasil percobaan pada tahanan penetrasi tanpa pemberian jerami  ,pemberian jerami IO Ton/Ha dan 20 Ton/Ha berbagai lintasan, pada kedalam O -  30 cm  tahanan penetrasi semakin meningk.at  karena  semakin bertambahnya  kedalaman tanah maka tanah semakin padat. Sedangkan pada kedalaman 30-60  cm tahanan penetrasi semakin berkurang. Hal ini dikarenakan tanah sawah terjadinya  porous. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127846</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-12 16:09:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-12 16:09:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>